MENURUN Produksi Padi di Kalsel Pada 2022 Akibat Cuaca dan Tungro

- Penulis

Jumat, 3 Maret 2023 - 21:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Akibat cuaca dan tungro, produksi padi sepanjang 2022 mengalami penurunan jika dibandingkan 2021.

Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel.
Produksi padi di provinsi ini pada 2022 turun 196,89 ribu ton atau sekitar 19,37 persen.

Produksi padi di Kalsel sepanjang Januari hingga Desember 2022 hanya 819,42 ribu ton GKG (gabah kering giling). Padahal tahun sebelumnya mencapai 1,02 juta ton GKG.

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka setara dengan 484,83 ribu ton beras.

“Turun 116,50 ribu ton atau 19,37 persen dibandingkan 2021 yang sebesar 601,33 ribu ton,” jelas Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Kalsel, Fachri Ubadiyah, melalui kanal YouTube BPS Kalsel.
Fachri menyampaikan, angkanya diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas.

“Luas panen tanaman padi di lahan sawah harus dikoreksi dengan besaran konversi galengan,” jelasnya.

Untuk luas panen, Fachri menuturkan, berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), sepanjang 2022 lahan yang dipanen petani Kalsel sekitar 214,91 ribu hektare.

Baca Juga :   PASCA KEBAKARAN Sekolah MTs, Proses Belajar-Mengajar Bertenda di Halaman dan Ini Upaya Kemenag HSU

“Angka ini turun 39,35 ribu hektare atau 15,48 persen, dibandingkan 2021 yang mencapai 254,26 ribu hektare,” tuturnya.

Perhitungan luas panen ini kata Fachri, menggunakan metode KSA yang sudah mereka lakukan sejak 2018.

Penurunan produksi padi, Fachri menuturkan, hal ini disebabkan oleh tingginya curan hujan, yang mengakibatkan tanaman padi terendam.

“Ditambah lagi serangan hama tungro di sejumlah daerah yang menjadi sentral produksi padi,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman, tak menampik produksi padi di provinsi ini turun ratusan ribu ton.

Walaupun begitu, menurutnya, produksi padi tetap surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalsel.

Ia menyebut, kebutuhan beras untuk 4,3 juta jiwa masyarakat Kalsel hanya sekitar 400 ribu ton, sedangkan produksinya tahun lalu hampir 500 ribu ton.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UMPAN Pemancing Disambar Buaya
AMUK API Hanguskan Tiga Toko di Sungai Andai Banjarmasin Utara
KOLABORASI Polri – Media Investasi Sosial Sangat Penting, Begini Penekanan Kapolda Kalsel
SEORANG MONTIR MOTOR Tergeletak Tak Bernyawa di Bengkel
BAKTI KESEHATAN POLRI, Berkaitan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel Layani 7.414 Warga
DISOROT Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Target Pemberian Amnesty Maupun Abolisi 40 Hingga 100 Ribu
MIGRAN CENTER ULM Satu-satunya di Kalimantan, Menteri P2MI : Berorientasi tak Hanya Lokal Tetapi Menjadi Talenta Global
JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:24

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:49

AMUK API Hanguskan Tiga Toko di Sungai Andai Banjarmasin Utara

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:36

SEORANG MONTIR MOTOR Tergeletak Tak Bernyawa di Bengkel

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:33

BAKTI KESEHATAN POLRI, Berkaitan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel Layani 7.414 Warga

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:17

DISOROT Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Target Pemberian Amnesty Maupun Abolisi 40 Hingga 100 Ribu

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25

MIGRAN CENTER ULM Satu-satunya di Kalimantan, Menteri P2MI : Berorientasi tak Hanya Lokal Tetapi Menjadi Talenta Global

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:37

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Senin, 22 Juni 2026 - 21:45

PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini

Berita Terbaru

Umpan pemancing di Kumai disambar buaya. (Foto: Istimewa)

Kalteng

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Rabu, 24 Jun 2026 - 00:24

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian DEAL 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). (Foto: An tara/Farhan Arda N)

Lifestyle

KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca