SuarIndonesia – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalsel, Muhammadun, terancam dipanggil dan diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel. Pasalnya ia diduga terlibat politik praktis.
Melalui potongan video yang beredar ia diduga mengajak guru dan siswa memilih partai tertentu.
Videonya pun tersebar di sejumlah media sosial. Dalam video yang diunggah di Kanal Yuotube Infokan SMKN 3 Banjarmasin berjudul (LIVE): job Fair 2023 SMKN 3 Banjarmasin. Pada video tersebut Madun terang-terangan menyebut warna baju kuning yang saat itu ia kenakan identik dengan parpol.
“Maka dari itu, cocoklah (coblos) Golkar. Biar ada Bawasalu (Badan Pengawas Pemilu), bapak (saya) tidak takut. Karena bapak sayang Pak Gubernur, Gubernur sayang bapak, guru-guru dan murid harus sayang bapak juga,” timpalnya.
Bagaimana dengan nasib Madun? Ketua Bawaslu Kalsel, Aris Mardiono, mengaku melakukan penelusuran.
‘Kami akan mengumpulkan bukti-bukti. Jadi belum bisa memutuskan yang bersangkutan melanggar atau tidak. Apakah video itu asli atau editan, nanti kami lakukan penelusuran dulu,” katanya, Selasa (7/11/2023).
Ia berkata, tidak menutup kemungkinan akan memanggil yang bersangkutan (Muhammadun) jika diperlukan untuk meminta klarifikasi, atas video yang beredar.
Jika nanti dalam proses-proses yang dilakukan ditemukan dugaan pelanggaran, maka Bawaslu akan memanggil Muhammadun untuk dimintai keterangan.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















