MENKOP Ferry: Kubu Raya Percontohan Model Nasional Koperasi Desa

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 20:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono memberikan sambutan saat peresmian Toko Rakyat Serba Ada PP Abdusalam di Kubu Raya, Senin (9/2/2026). (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono memberikan sambutan saat peresmian Toko Rakyat Serba Ada PP Abdusalam di Kubu Raya, Senin (9/2/2026). (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono menegaskan, pemerintah mengembalikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional melalui program pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dengan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ditetapkan sebagai percontohan pusat distribusi nasional.

“Presiden ingin koperasi kembali menjadi soko guru ekonomi. Negara harus hadir, kita tidak boleh lagi menjauh dari ekonomi konstitusi yang berpihak pada rakyat,” kata Ferry saat kunjungan kerja di Kubu Raya, Senin (9/2/2026).

Menurut Ferry, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menguatkan kembali ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, setelah puluhan tahun praktik ekonomi dinilai terlalu bergantung pada mekanisme pasar bebas.

Ia menyebut, selama ini peran koperasi tertinggal dibanding BUMN dan swasta besar. Karena itu, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih.

Hingga kini, kata dia, sebanyak 83 ribu koperasi telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu unit sedang dibangun fasilitas fisik berupa gudang, gerai, dan perlengkapan operasional, yang ditargetkan selesai bertahap mulai April hingga akhir tahun.

“Gelombang pertama 30 ribu selesai operasional, lalu bertambah sampai 80 ribu. Ini gerakan nasional,” tuturnya.

Ferry mengatakan, Tora Sera (Toko Rakyat Serba Ada) di Kubu Raya dipilih sebagai model “aggregator” atau koperasi sekunder yang akan berfungsi sebagai pusat distribusi barang untuk ribuan koperasi desa.

Baca Juga :   IMIGRASI Singkawang Deportasi Ibu dan Anak asal Taiwan

Menurut dia, peran tersebut penting agar rantai pasok lebih pendek dan harga kebutuhan pokok bisa lebih murah di tingkat desa.

“Tempat ini bukan sekadar toko. Ini pusat distribusi, tempat suplai barang kebutuhan pokok, sekaligus penampung hasil produksi masyarakat. Modelnya akan kami replikasi ke seluruh Indonesia,” kata Menkop Ferry mengutip AntaraNews.

Ia bahkan menyebut fasilitas Tora Sera setara ritel modern di kota besar, lengkap dengan gudang, gerai sembako, hingga sarana pendukung lain.

“Ini kelas Jakarta tapi berdiri di desa. Artinya desa juga bisa maju,” ujarnya.

Ferry juga menjelaskan, koperasi Merah Putih dirancang memiliki tiga fungsi utama, yakni menjual barang kebutuhan pokok dan subsidi pemerintah, menjadi offtaker produk petani/UMKM, serta menyalurkan program bantuan agar tepat sasaran.

Langkah tersebut, kata dia, sekaligus untuk memutus ketergantungan masyarakat desa terhadap tengkulak, rentenir, dan pinjaman online.

“Presiden tidak mau masyarakat desa terus terjebak harga mahal dan utang. Koperasi harus jadi alat pembebasan ekonomi rakyat,” katanya.

Dengan badan usaha milik bersama, keuntungan koperasi akan kembali ke anggota dan masyarakat, bukan ke pemegang saham di luar daerah.

“Kalau koperasi untung, yang menikmati warga desa sendiri. Uangnya berputar di desa,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

150 JUTA Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026
BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
DITLANTAS Polda Kalsel Raih Penghargaan Kakorlantas atas Inovasi Samsat Mobile
MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor
HARI JADI ke -38 Barito Putera di Stadion 17 Mei, “Energy with Brave”
KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan
HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca