MENGHILANG 2 Bulan, Menhan China Dipecat!

- Penulis

Rabu, 25 Oktober 2023 - 22:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan (Menhan) China, Li Shangfu dipecat dari jabatannya setelah dua bulan menghilang misterius dari pandangan publik. (EFA)

Menteri Pertahanan (Menhan) China, Li Shangfu dipecat dari jabatannya setelah dua bulan menghilang misterius dari pandangan publik. (EFA)

SuarIndonesia — Menteri Pertahanan (Menhan) China, Li Shangfu dipecat dari jabatannya setelah dua bulan menghilang misterius dari pandangan publik. Li menjadi menteri penting kedua yang kehilangan jabatannya beberapa waktu terakhir, tanpa penjelasan resmi dari pemerintah China.

Seperti dilansir CNNIndonesia, Rabu (25/10/2023), televisi nasional CCTV melaporkan bahwa Li juga dicopot dari jabatan kenegaraannya sebagai anggota Komisi Militer Pusat, sebuah badan berpengaruh yang dipimpin Presiden China Xi Jinping yang utamanya memimpin Angkatan Bersenjata negara tersebut.

Li juga dicopot dari jabatannya sebagai salah satu dari lima anggota dewan negara China — jabatan senior pada kabinet yang posisinya ada di atas menteri tetap.

Dilaporkan CCTV bahwa keputusan mencopot Li dari jabatan Menhan dan jabatan-jabatan lainnya itu telah disetujui oleh komite tetap badan legislatif China atau Kongres Rakyat Nasional.

Tidak disebutkan lebih lanjut alasan pemecatan Li. Belum disebutkan juga soal siapa yang akan menggantikan Li sebagai Menhan China.

Li diangkat menjabat Menhan China sejak Maret lalu. Namun dia tidak terlihat di depan umum sejak Agustus lalu, sehingga memicu spekulasi kuat soal nasibnya.

Hilangnya Li dari pandangan publik terjadi usai serangkaian perombakan pejabat yang tidak bisa dijelaskan dalam pemerintahan Xi. Salah satunya pemecatan dramatis Qin Gang dari jabatan Menteri Luar Negeri (Menlu) pada Juli lalu. Qin juga dicopot dari jabatannya sebagai anggota dewan negara China.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Skandal pejabat tinggi China yang menghilang dan dipecat telah memicu pertanyaan soal pemerintahan Xi, yang disebut semakin membuat sistem politik Beijing menjadi buram karena dia memusatkan kekuasaan dan menegakkan disiplin partai yang ketat.

Xi juga berupaya meningkatkan keamanan nasional, dengan tujuan menghilangkan segala ancaman dan kerentanan terhadap Partai Komunis yang berkuasa di China, saat ketegangan dengan Barat meningkat.

Ironisnya, pemecatan Li menghilangkan hambatan besar bagi dimulainya kembali perundingan militer tingkat tinggi antara China dan Amerika Serikat (AS). Li dijatuhi sanksi AS tahun 2018 atas pembelian senjata Rusia oleh China, dengan Beijing menegaskan Menhan AS tidak akan bertemu Li sebelum sanksi dicabut.

Di China, jabatan Menhan sebagian besar bersifat seremonial, dan berfungsi sebagai wajah publik dalam diplomasi militer dengan negara-negara lainnya. Menhan China juga tidak memiliki kekuasaan komando, yang berada di tangan Komisi Militer Pusat.

Li dan Qin, yang sudah dipecat, masih mempertahankan posisi mereka dalam Partai Komunis. Namun menurut para analis, kemungkinan besar keduanya akan dicopot dari Partai Komunis dalam rapat besar pada akhir tahun ini.

Pemerintah China berulang kali menolak untuk mengomentari soal keberadaan Li dan alasan di balik absennya dia dari pandangan publik. (*/UT)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:48

JCH Diminta Manfaatkan Aplikasi Kawal Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:41

PRESIDEN PRABOWO Ingin Semua Lembaga Direformasi, Termasuk Polri

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:07

REVISI UU Anti-Monopoli untuk Hadapi Dinamika Ekonomi Digital

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:01

KEPALA STAF TNI-AD Mengpresiasi Pemprov Kalsel, “Ground Breaking” Pembangunan Kodam Lambung Mangkurat.

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:32

EMPAT ABK TB Samudra Jaya 1 Terjebak, Seorang Tewas Dievakuasi Lebih Awal

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:30

OPS GAKTIBPLIN, Propam Polda Kalsel Pengecekan Anggota Dinas di Jalan Raya

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:48

RIBUAN JEMAAH Salat-kan dan Hantarkan Jenazah Ulama KH Husin Naparin

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:15

KALSEL BERDUKA, Tokoh Ulama KH Husin Naparin Wafat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi - Petugas haji menggunakan aplikasi Kawal Haji melalui ponsel di Kantor Daker Makkah, Makkah, Arab Saudi. (Foto: Antara/Citro Atmoko)

Nasional

JCH Diminta Manfaatkan Aplikasi Kawal Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:48

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca