MENDARAT di Bandara, Kesehatan Santri Kalsel Mondok di Jatim Diperiksa

MENDARAT di Bandara, Kesehatan Santri Kalsel Mondok di Jatim Diperiksa

SuarIndonesia – Rencana kepulangan sekira 180 orang warga Kalsel yang menjadi santri di Pondok Pesantren Darun Nasyi’in, Lawang, Jawa Timur, melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru pada hari Rabu (25/03), langsung disikapi Pemko Banjarmasin serius.

Pasalnya, para santri tersebut datang dari daerah zona merah penyebaran virus Covid 19, sehingga mereka dikategorikan Orang Dalam Resiko (ODR) dan harus menjalani pemeriksaan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid 19.

Dari 180 orang santri tersebut diketahui 120 orang di antaranya merupakan warga Kota Banjarmasin, sedangkan sisanya merupakan warga dari daerah lain, di Pulau Kalimantan.

Untuk diketahui, ODR adalah orang-orang yang telah ditracking memiliki riwayat karena baru atau pernah berpergian, dan baru berpergian dari negara atau daerah yang tersuspect corona, dan atau berhubungan dengan PDP tapi belum menunjukkan tanda gejala gangguan secara fisik.

Rencana kegiatan pemeriksaan kesehatan para santri tersebut dikatakan langsung oleh Kadis Kesehatan Kota Banjarmasin, H Machli Riyadi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Bulanan Forkopimda Kota Banjarmasin yang dilaksanakan di Ball Room Hotel Royal Jelita Banjarmasin, Selasa (24/03).

Diterangkannya, setibanya di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, petugas dari Dinkes Kota Banjarmasin bekerjasama dengan KKP dan Dinkes Kota Banjarbaru akan melakukan pemeriksaan kepada semua santri tersebut.

Bila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan ada yang diduga terinfeksi virus Covid 19, jelas Machli lagi, maka langkah pencegahaan penyebaran yang harus segera dilakukan adalah dengan merujuknya ke rumah sakit.

“Tapi bila dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan ada yang terinfeksi, maka akan kami imbau untuk langsung dikarantina di rumah mereka masing-masing dengan kamar sendiri. Nanti petugas kami yang akan melakukan pengawasannya,” jelasnya.

Kedatangan para santri itu dijadwalkan dengan menggunakan dua kali penerbangan siang dan sore hari.

Kegiatan Rakor yang dihadiri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, Dandim 1007 Banjarmasin, Wakapolres Banajrmasin, Kajari Banjarmasin Kemenag Kota Banjarmasin, Danlanud Syamsudin Noor, Danlanal, Ketua Pengadilan Negeri Banjarmasin, dan Kadisdik Kota Banjarmasin itu, juga membahas soal pendidikan, harga dan stok pangan serta tentang surat edaran Walikota Banjarmasin tentang Larangan Operasional THM dan Tempat Rekreasi.

Menurut Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Syahbana Atmojo, pihaknya telah menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan melakukan patroli keliling Kota Banjarmasin.

Hasil dari kegiatan tersebut, terangnya, ditemukan ada beberapa warung dan café yang menjadi tempat berkumpulnya massa.(SU)

 567 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: