Massa Bawa Bendera Tauhid Kawal Kasus Gus Nur

- Penulis

Kamis, 22 November 2018 - 17:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia — Ratusan orang massa membawa bendera bertuliskan kalimat tauhiddan menggelar aksi di depan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim).

Aksi ini mereka lakukan untuk mendampingi Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, yang sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) dan pencemaran nama baik melalui video terhadap Nahdlatul Ulama, kiai dan Banser.

Koordinator aksi, Muhammad Naufal mengatakan aksi ini merupakan bentuk solidaritas umat untuk mengawal Gus Nur. Ratusan orang itu, kata dia, terdiri dari gabungan berbagai ormas Islam di Surabaya, yang dikoordinasi oleh Front Pembela Islam (FPI) Surabaya.

“Ini kegiatan spontanitas kami, kami bergerak secara mandiri, untuk mengawal kasus yang menimpa Gus Nur,” kata koordinator aksi Muhammad Naufal di depan Mapolda Jatim, Kamis (22/11/2018).

Gus Nur dilaporkan oleh Forum Pembela Kader Muda Nahdlatul Ulama ke Polda Jatim pada September 2018. Gus Nur dilaporkan karena diduga telah menghina Nahdlatul Ulama dan Banser melalui video berdurasi satu menit 26 detik yang telah diunggah di media sosial tersebut.

Baca Juga :   PEMBACOK Juru Parkir Serahkan Diri ke Polisi

Dalam laporannya tersebut, Forum Pembela Kader Muda NU menyerahkan barang bukti berupa satu keping CD (Compact Disc) yang berisi video yang menghina kaum NU.

Naufal berharap aksi pengawalan ini dapat membuat Gus Nur terbebas dari kasus hukum yang membelitnya.

Menurut dia, pernyataan Gus Nur melalui video itu adalah suatu kebenaran dan bukan sebuah perilaku yang menyebarkan ujaran kebencian.

“Kami berharap, kami ingin Gus Nur lepas dari jerat hukum. Dia bukan kriminal, yang dia lakukan semata-mata hanya menyampaikan kebenaran,” ujar dia .

Ratusan massa ini akan bertahan di depan Mapolda Jatim hingga pemeriksaan Gus Nur usai.

Naufal mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perwakilan yang masuk dan bertemu dengan pihak Polda Jatim.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak
DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional
PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden
SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik
WFH ASN Setiap Jumat: Kinerja Diawasi Ketat!
KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara
PENAMPAKAN TUMPUKAN UANG 371 Triliun Hasil Satgas PKH

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Minggu, 12 April 2026 - 22:15

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 April 2026 - 15:12

PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990

Minggu, 12 April 2026 - 02:04

RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Sabtu, 11 April 2026 - 19:15

KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak

Sabtu, 11 April 2026 - 19:03

ZURIAT PAGUSTIAN se Kalsel dan Luar Daerah Memperkuat Solidaritas, Pangeran Khairul Saleh Memberikan Motivasi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Sabtu, 11 April 2026 - 00:44

PENYELUNDUPAN 179 Ekor Kura-kura Digagalkan

Berita Terbaru

Podium ganda putra Badminton Asia Championships 2026. (instagram: @badminton.ina)

Internasional

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 Apr 2026 - 22:15

Petugas keamanan berada di dekat baliho perundingan AS-Iran di luar pusat media di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). (AP/ANJUM NAVEED)

Internasional

PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:58

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca