LAPORAN PBB: Tentara Rusia Perkosa dan Siksa Warga Ukraina!

- Penulis

Rabu, 27 September 2023 - 00:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang tentara Rusia berpatroli di Mariupol, Ukraina, pada 12 April 2023 lalu. (Alexander Nemenov/AFP via Getty Images file)

Seorang tentara Rusia berpatroli di Mariupol, Ukraina, pada 12 April 2023 lalu. (Alexander Nemenov/AFP via Getty Images file)

SuarIndonesia — Hasil penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait tindakan keji dan biadab pasukan militer Rusia yang menginvasi Ukraina terkuak. Berdasarkan laporan PBB menyebutkan bahwa tentara Moskow menyiksa bahkan memperkosa warga Ukraina.

Tidak hanya itu, menurut laporan PBB, tentara Rusia yang secara biadab memperkosa wanita Ukraina juga memaksa keluarga para korban untuk mendengarkan saat mereka lakukan tindak pemerkosaan itu.

Dikutip detikNews dari Reuters, Selasa (26/9/2023), laporan itu disusun oleh Komisi Penyelidikan Ukraina yang ditugaskan PBB untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Hal ini terus dilakukan saat invasi Moskow terus berlanjut di wilayah Ukraina.

Ketua Komisi Penyelidikan Ukraina, Erik Mose, menuturkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa bahwa tim penyelidik telah ‘mengumpulkan bukti lebih lanjut yang menunjukkan penggunaan penyiksaan oleh Angkatan Bersenjata Rusia di wilayah-wilayah yang mereka kuasai telah meluas dan sistematis’.

“Dalam beberapa kasus, penyiksaan dilakukan dengan sangat brutal hingga menyebabkan kematian korban,” sebut Mose dalam pernyataannya.

Tentara Rusia disebut memperkosa perempuan-perempuan berusia 19 hingga 83 tahun.

“Tentara-tentara Rusia memperkosa dan melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan-perempuan berusia 19 tahun hingga 83 tahun,” ungkapnya merujuk hasil penyelidikan timnya di wilayah Kherson, Ukraina, yang diduduki pasukan Moskow.

Rusia sendiri telah membantah pasukannya melakukan.

Bahkan seringkali, sebut Mose, keluarga-keluarga dibiarkan tetap ada di rumah-rumah sebelahnya dan dipaksa mendengarkan tindak pemerkosaan yang terjadi.

Rusia sendiri telah membantah pasukannya melakukan kekejaman atau menargetkan warga sipil dalam operasi militer di Ukraina. Mose menambahkan bahwa upaya komisinya melakukan komunikasi dengan Moskow tidak mendapatkan tanggapan.

Rusia diberi kesempatan untuk menanggapi tuduhan itu dalam Sidang Dewan HAM PBB, namun tidak ada perwakilan negara itu yang hadir.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Kementerian Pertahanan Rusia juga belum memberikan komentarnya.

Saat ditanya dalam konferensi pers soal jumlah kasus penyiksaan yang berujung kematian, anggota Komisi Penyelidikan Ukraina Pablo de Greiff mengatakan tidak mungkin untuk mengetahui jumlahnya karena terbatasnya akses.

Namun dia menyebut jumlahnya ‘cukup besar dan berasal dari berbagai wilayah yang berbeda, baik dekat maupun jauh dari garis depan pertempuran’.

Bulan Agustus dan September lalu, komisi yang dipimpin Mose mengunjungi wilayah Ukraina yang sebelumnya diduduki pasukan Rusia, seperti di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia. Ditemukan bahwa tindak penyiksaan banyak terjadi di pusat-pusat tahanan yang dioperasikan otoritas Rusia dan terutama terhadap orang-orang yang dituduh menjadi informan Ukraina.

Komisi Penyelidikan Ukraina sebelumnya menyebut pelanggaran yang dilakukan pasukan Rusia di Ukraina, termasuk penggunaan penyiksaan, mungkin mengarah pada kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam penyelidikannya, sebut Mose, Komisi Penyelidikan Ukraina juga menemukan ‘sedikit kasus’ pelanggaran yang dilakukan pasukan Ukraina. Dia menyebut pelanggaran-pelanggaran itu terkait serangan membabi-buta dan perlakuan buruk terhadap tahanan Rusia.

Kyiv sebelumnya mengatakan pihaknya memeriksa semua informasi soal tuduhan perlakuan buruk terhadap tahanan perang dan menegaskan akan menyelidiki setiap pelanggaran, serta mengambil tindakan hukum yang sesuai. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:03

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56

RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14

DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Berita Terbaru

Petugas satgas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng beberapa waktu lalu. (Foto: HO-Antara)

Kalteng

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:25

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau penanganan karhutla di Simpang Kandan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (27/10/2026). (Foto: Dokpri)

Kalteng

PERSONEL BKO DIKERAHKAN Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:57