KORUT Kirim 6.700 Kontainer Amunisi ke Rusia

- Penulis

Rabu, 28 Februari 2024 - 21:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi pabrik amunisi di lokasi yang dirahasiakan pada 10 Januari 2024. Korea Utara dilaporkan telah mengirimkan sekitar 6.700 kontainer berisi jutaan amunisi ke Rusia sejak Juli tahun lalu. [Sputnik/Artem Geodakyan/Pool via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights]

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi pabrik amunisi di lokasi yang dirahasiakan pada 10 Januari 2024. Korea Utara dilaporkan telah mengirimkan sekitar 6.700 kontainer berisi jutaan amunisi ke Rusia sejak Juli tahun lalu. [Sputnik/Artem Geodakyan/Pool via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights]

SuarIndonesia — Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mengirimkan sekitar 6.700 kontainer berisi jutaan amunisi ke Rusia sejak Juli tahun lalu, untuk mendukung perang yang dipicu Moskow melawan Ukraina. Pasokan amunisi itu disebut sebagai tanda bahwa transfer senjata sedang berlangsung antara kedua negara.

Seperti dilansir detikNews dari Reuters, Rabu (28/2/2024), pasokan amunisi dari Pyongyang untuk Moskow itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan (Korsel) Shin Won Sik saat berbicara dalam pengarahan untuk media lokal pada Senin (26/2) waktu setempat.

Disebutkan oleh Shin bahwa ribuan kontainer itu mungkin membuat lebih dari 3 juta peluru artileri 152 mm, atau sekitar 500 ribu butir peluru 122 mm.

“Ini mungkin campuran dari keduanya, dan Anda bisa mengatakan bahwa setidaknya beberapa juta peluru telah dikirimkan,” ucap Shin seperti dikutip kantor berita Korsel, Yonhap News Agency.

Ratusan pabrik amunisi di Korut beroperasi dengan kapasitas sekitar 30 persen karena kekurangan bahan baku dan aliran listrik. Namun menurut Shin, pabrik-pabrik yang memproduksi peluru artileri untuk Rusia tetap beroperasi dengan “kecepatan penuh”.

Shin tidak menjelaskan lebih lanjut soal sumber informasi yang disampaikannya kepada media ini.

Korsel dan Amerika Serikat (AS), yang saling bersekutu, menuduh Korut dan Rusia saling bertukar senjata. Seoul dan Washington mengecam Pyongyang karena memasok senjata ke Moskow untuk digunakan dalam perang melawan Ukraina.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Baik Korut maupun Rusia telah membantah tuduhan itu, meskipun kedua negara berjanji untuk memperkuat kerja sama militer.

Departemen Luar Negeri AS, dalam dokumennya yang dirilis pada Jumat (23/2/2024) pekan lalu, menyebut bahwa Korut telah mengirimkan lebih dari 10.000 kontainer berisi amunisi atau material terkait ke Rusia sejak September tahun lalu.

Sebagai imbalannya, Pyongyang menerima sekitar 9.000 kontainer yang sebagian besar berisi persediaan makan, yang menurut Shin, telah membantu menstabilkan harga di negara terisolasi tersebut.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel, secara terpisah, mengatakan pihaknya tidak bisa mengonfirmasi jumlah yang dilaporkan. Namun dia mengutip Shin yang menyebut Rusia telah mengirimkan hampir 30 persen lebih banyak kontainer sejak Juli lalu ke Korut dibandingkan jumlah yang dikirim oleh Pyongyang.

Dalam pernyataannya, Shin juga mengatakan bahwa Korut bisa saja meluncurkan satelit lainnya paling cepat bulan depan karena Rusia terus memberikan bantuan teknis. Dia juga menyebut bahwa Pyongyang meminta bantuan dalam bidang teknologi pesawat terang dan peralatan mobilitas darat.

“Tidak jelas berapa banyak yang akan diberikan Rusia, namun semakin Rusia bergantung pada peluru artileri Korea Utara, semakin besar tingkat transfer teknologi Rusia,” sebut Shin seperti dikutip Yonhap [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina
TIGA PRAJURIT TNI Gugur, Israel Bantah Serang Pasukan PBB di Lebanon
PESAWAT AN-26 Rusia Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas
HARGA MIGAS di Eropa Naik hingga 70 Persen Imbas Konflik Timur Tengah
IRAN akan Terapkan Aturan Navigasi Baru di Selat Hormuz
PRAJURIT TNI di UNIFIL Gugur, Indonesia Desak Penyelidikan Penuh
RACE MotoGP AS 2026: Marco Bezzechhi Juaranya! Veda dan Mario Crash

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca