Komplotan Penipu Berkedok Pengobatan Raup Rp 230 Juta

- Penulis

Jumat, 28 Desember 2018 - 01:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Suarindonesia – Komplotan penipu berkodok pengobatan,, berhasil raup uang Rp 230 juta dari korbannya, dan kasus itu berhasil diungkap jajaran Polres Hulu Sungai Selatan (HSS), yang bekerjasama dengan jajaran Polres Kapuas.

Komplotan itu lintas daerah berkedok pengobatan alternatif, dan dua pelaku berhasil diamankan anggota Satuan Reskrim Polres HSS, Polsek Kandangan Kota diback-up jajaran Polres Kapuas dan Polda Kalsel.

Sementara, pelaku yang otak dari aksi masih dalam pengejaran dan ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pelaku yang berhasil diamankan yakni Sugeng Aditya Pratama (45) alias Sugeng warga Kota Banjarmasin asal Solo dan Sam’ani (45) alias Alus warga Banjarmasin.

Sedangkan pelaku yang ditetapkan sebagai DPO,  Arbandi (51) warga Tanah Bumbu.

Kapolres HSS, AKBP Dedy Eka Jaya, kepada awak media  mengatakan, kedua pelaku tersebut diamankan di tempat dan waktu penangkapan yang berbeda.

Pelaku yang diamankan dulu yakni Sugeng sebagi pencari target korban.

Pelaku diamankan di wilayah hukum Polres Kapuas pada Minggu, (23/12) lalu  sekitar pukul 20.00 WITA.

“Pelaku yang berhasil diamankan lebih dulu yakni Sugeng, yang berperan sebagai pencari target yang akan dijadikan korban penipuan,” katanya,  Kamis, (27/12).

Selanjutnya diamankan Sam’ani (45) alias Alus pada Senin, (24/12) di Jalan Jafri Zam-zam Banjarmasin Barat.

“Pelaku yang satu ini bertugas sebagai pengalih perhatian korban seta menyakinkan korban supaya percaya,” kata kapolres.

Terungkapnya sindikat penipuan ini bermula dari laporan korban H Supiani (61), warga Jalan Antasari Kelurahan Kandangan, Kecamatan Kandangan Kabupaten HSS.

Korban melapor ke aparat berwajib pada 1 Agustus lalu dengan kerugian mencapai Rp230 juta.

H Supiani adalah korban yang mengalami kerugian paling besar dari korban lainnya.

Baca Juga :   PENGACARA TAK TAHU Dimana Sahbirin!, 'Mungkin Hanya Tenangkan Diri'

Menurut kapolres, pelaku beraksi dengan cara menguras tabungan korban dengan menggunakan ATM korban yang sudah diganti dengan ATM palsu oleh pelaku.

Korban H Supiani tertipu oleh tiga pelaku itu. Korban dan pelaku ditipu oleh H Jarkasi nama samaran dari Arbandi yang mengaku sebagai ustadz atau guru di Majelis Taklim AL Badru Desa, Gambah Dalam luar.

Korban yang berhasil diperdaya rela menyerahkan kartu ATM dan nomor PIN. Kartu ATM milik korban diganti dengan ATM palsu oleh para pelaku.

Korban sendiri baru menyadari tertipu, setelah uangnya mulai terkuras dari tabungannya.

“Setelah pelaku berhasil menyakinkan korban, mereka meminta korban tidak membuka ATM milik korban yang sudah disimpan dalam amplop selama satu Minggu.

“Dan saat proses penipuan itu, para pelaku menguras isi tabungan korban secara bertahap,” tambah kapolres.

Hasil pemeriksaan sementara lokasi penipuan yang dilakukan pelaku yakni di wilayah Kandangan, Tanjung, Amuntai, Banjarmasin dan Kalteng.

Sementara  berdasarkan pengakuan para pelaku Sugeng,  mereka sudah melakukan aksi penipuan tidak hanya di Kandangan, ada juga di Tanjung dan Amuntai. Uang yang didapat diakuinya untuk berfoya-foya.

Dimbau kepada masyarakat agar tidak langsung percaya dengan orang yang belum dikenal.

Selain itu juga harus waspada dan hati-hati dengan aksi penipuan yang beragam caranya

“Bagi masyarakat yang merasa atau pernah ditipu oleh para pelaku bisa melapor ke aparat berwajib terdekat,” ujarnya. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi
LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin
BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 23:11

TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca