KETUA STIHSA: Kunci Sukses Tak Cukup Hard Skill Tapi Harus Punya Soft Skill

KETUA STIHSA: Kunci Sukses Tak Cukup Hard Skill Tapi Harus Punya Soft Skill

SuarIndonesia – Ketua STIHSA Banjarmasin, Dr H Abdul Halim Shahab, SH, MH mengingatkan para alumni untuk meraih keberhasilan hidup di dunia bukan hanya bermodal hard skill, tetapi juga harus memiliki soft skill.

Mengapa penting ditekankan dalam acara Yudisium Program Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam, agar para alumni setelah menyelesaikan pendidikan jangan cepat puas dengan sarjana yang didapat tetapi para lulusan STIH harus bisa mengembangkan diri dalam meningkatkan potensi agar tak tergerus dengan kemajuan.

“Intinya jangan pernah berhenti untuk belajar, karena belajar itu tidak hanya dari dosen atau dari kampus saja, tetapi dari semua persoalan dan ujian hidup juga menjadi sumber pelajaran untuk kesuksesan kalian semua,” papar Halim pada acara Yudisium Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA) Banjarmasin, semester ganjil 2021/2022 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (8/6/2022).

Di hadapan 94 peserta Yudisium , Halim menganologikan Yudisium dan Wisuda ibarat ijab qobul, sehingga tanpa kegiatan ini tak sah. Begitu juga acaranya sama saja dengan resepsi penikahan sehingga sangat baik diikuti para mahasiswa setelah menyelesaikan studi, ucap advokat senior ini.

Baca Juga :

JADI PERHATIAN Mahasiswa Seminar Nasional Pemberantasan Korupsi di STIHSA Banjarmasin Hadirkan KPK dan Kejaksaan

Bahkan Halim juga mengaku bangga karena di tengah pandemi proses pendidikan belajar mengajar di STIH berjalan dengan baik dan terbukti dari 94 orang peserta Yudisium ada tiga lulusan terbaik yang masing-masing diraih Suharyanto dengan IPK 3,95. Terbaik dua atas nama Nurul Aini Kusumawardhani dengan IPK 3,95 dan terbaik tiga Sri Wahyuningsih dengan IPK 3,86.

Pada akhir sambutan Halim berpesan, darmabakti anda telah ditunggu oleh keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. “Teruslah memberikan kontribusi dan membawa manfaat,” ujar Halim sembari menyampaikan permohonan maaf jika selama menuntut ilmu di lembaganya, mahasiswa mendapat perlakuan, pelayanan dan perkataan yang kurang berkenan.

Perwakilan Mahasiswa terbaik Suharyanto mengatakan, kelulusan bukanlah akhir dari segalanya dan ini merupakan awal perjuangan yang sebenarnya. Karena gelar sarjana hukum menjadi bagian dari proses kehidupan.

Jadi, gelar yang disematkan membutuhkan aplikasi dalam kehidupan dan memberikan sumbangsih terbaik untuk masyarakat.

Pada kegiatan Yudisium Program Sarjana STIHSA semester ganjil 2021/2022 dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Ilmu Hukum Indonesia (YPTIHI) STIH Sultan Adam, Ir Fachrur Rozy, seluruh dosen, tenaga kependidikan dan senat mahasiswa .(SU)

 98 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!