KESAKSIAN Penumpang Virgo Transport 8: “Kapal Miring Cepat tanpa Alarm sebelum Tenggelam”

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 21:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Saudi, penumpang yang selamat korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, memberikan keterangan setelah mendapatkan perawatan kesehatan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) malam. (Foto: Antara)

Ahmad Saudi, penumpang yang selamat korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, memberikan keterangan setelah mendapatkan perawatan kesehatan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) malam. (Foto: Antara)

SuarIndonesia — Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring ke kiri dengan sangat cepat sekitar pukul 01.20 Wita tanpa alarm maupun pemberitahuan sebelum akhirnya tenggelam, berdasarkan kesaksian penumpang yang selamat, Ahmad Saudi.

Dilansir Antara, Ahmad menuturkan dirinya sedang tidur di sofa ketika mendengar seorang penumpang berlari sambil memberitahukan kapal dalam kondisi miring, sehingga ia segera berdiri dan melihat kapal memang sudah mengalami kemiringan sebelum berupaya menyelamatkan diri.

“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad saat ditemui di ruangan pelayanan kesehatan darurat bagi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam.

Setelah berada di bagian bawah kapal, Ahmad berpegangan pada tiang dekat jendela untuk mempertahankan tubuhnya ketika kapal semakin miring, kemudian mengikuti posisi kapal hingga berhasil bergerak menuju bagian atas sebelum kapal semakin tenggelam.

“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujar Ahmad.

Ahmad kemudian menyelamatkan diri menggunakan perahu karet setelah kapal semakin tenggelam, lalu bertahan bersama penumpang lainnya dalam kondisi laut masih gelap sambil menunggu pertolongan dari kapal yang datang menyelamatkan.

Ia mengatakan terdapat 15 orang di dalam perahu karet bersamanya dan seluruhnya berhasil dievakuasi ke kapal penolong, dengan kelompok tersebut terdiri atas laki-laki dan tidak terdapat penumpang perempuan.

“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.

Baca Juga :   CEGAH API Bawah Tanah, Kapolda Kalsel Bersama Wamenko Pangan Cek Irigasi Pembasahan Gambut Guntung Damar

Menurut Ahmad, kondisi laut saat berada di perahu karet cukup berat, karena angin dan gelombang besar terus menghantam perahu selama sekitar tiga jam, sehingga mereka harus bertahan hingga pertolongan datang.

“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ujarnya.

Dia mengatakan kapal sempat terus bergoyang akibat hantaman gelombang, tetapi kemiringan yang dialaminya berlangsung sangat cepat ketika badan kapal bergerak ke kiri, sehingga ia memilih tetap berpegangan untuk mempertahankan diri.

“Kapal miring gini, langsung miring. Miringnya itu cepat banget, karena posisinya sudah larinya ke kiri,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi seluruh penumpang yang masih berada di dalam kamar ketika kapal mulai miring, namun berdasarkan pengamatannya sejumlah orang yang berhasil keluar dan mencapai perahu karet merupakan laki-laki.

“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.

Ahmad merupakan warga asal Surabaya yang kini tinggal di Banjarbaru dan berada dalam perjalanan membawa unit bus ke Kalimantan setelah mengambil bus dari Surabaya, sebelum menjadi salah satu penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIM DVI Polda Kalsel Identifikasi Satu Korban Tenggelam Kapal Virgo Transport 8
KORBAN Selamat KM Virgo Dicek Langsung Kapolda,_Gubernur Kalsel dan Pejabat Mabes Polri
BKSDA Kalsel: 12 Bekantan Tewas Akibat Karhutla HSS
TRAGEDI Kapal Virgo Transport 8: 2 Warga Asal Sampit Masih Hilang
KORBAN Selamat KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas
TERUS PENCARIAN Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Terdata 129 Belum Ditemukan
JENAZAH Korban Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin, 15 Penumpang Selamat Ikut Dievakuasi
KAGET DAPAT KABAR, Normalasari Berharap Saudaranya Bisa Ditemukan dalam Kondisi Sehat

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 21:39

TIM DVI Polda Kalsel Identifikasi Satu Korban Tenggelam Kapal Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 - 21:32

KORBAN Selamat KM Virgo Dicek Langsung Kapolda,_Gubernur Kalsel dan Pejabat Mabes Polri

Senin, 14 September 2026 - 21:29

BKSDA Kalsel: 12 Bekantan Tewas Akibat Karhutla HSS

Senin, 14 September 2026 - 21:12

API Karhutla Diburu Pakai X-Fire

Senin, 14 September 2026 - 20:56

KARHUTLA Kobar: Ada Satu Tersangka dan 8 Diperiksa

Senin, 14 September 2026 - 17:35

KORBAN Selamat KM Virgo Transport 8 Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas

Senin, 14 September 2026 - 12:25

TERUS PENCARIAN Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Terdata 129 Belum Ditemukan

Senin, 14 September 2026 - 12:14

JENAZAH Korban Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin, 15 Penumpang Selamat Ikut Dievakuasi

Berita Terbaru

Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari ikut memadamkan api di lokasi karhutla dengan cairan X-Fire. (Foto: HO-Polres Kapuas)

Kalteng

API Karhutla Diburu Pakai X-Fire

Senin, 14 Sep 2026 - 21:12

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca