SuarIndonesia – Judi online (judol) sangat meresahkan, pasalnya dalam genggaman pengguna gadget bisa melakukan perjudian dimana berada.
Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital (Ditjen Kemenkomdigi), Nursodik Gunarjo mengatakan sejak November 2024 lebih 250 ribu situs judol telah diputus Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Selain itu, konten influencer yang berkaitan dengan judi online turut dibloki sementara pelakunya diamanakn untuk dimintai keterangan aparat.
“Kita tidak pernah habisnya berantas judol, tapi hurus terus berantas,” ucapnya saat menerima kunjungan Sekretariat DPRD Kalsel bersama wartawan, Selasa (3/12/2024).
Dengan kemudahan teknologi saat ini menurutnya, bagi seseorang yang memiliki jiwa penjudi, judol seperti hal yang biasa.
“Contoh kasus hanya bermodal 5 ribu, dapat mengadu nasib di judol,” Ujarnya
“Pemerintah bersama aparat terus akan memberantas judol yang tumbuh seperti benalu, dan peelu kesadaran masyarakat dalam memeranginya,” lanjutnya.
Dirinya menambahkan situs judol dapat berubah rubah tampak samar bisa mencolok dan tampak tak mencolok.”Kontennya bisa bentuk hiburan, viral atau yang lainnya, namun didalamnya ada ajakn judol,” imbuhnya
“Iklan judi online menyasar pengguna muda yang aktif di media sosial. “Simple dan menggoda, seperti iming-iming bonus besar atau peluang menang mudah.
Adapun modus iklan judi online di media sosial semakin beragam, dan kian sulit diidentifikasi. Kita mengingatkan masyarakat, termasuk orang tua, agar terus meningkatkan kewaspadaan pada anaknya,” harapnya. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















