SuarIndoneia -Telah tiba dengan selamat sebanyak 423 jemaah haji Debarkasi Banjarmasin, dan ini dijadwalkan hingga 8 Juli 2025.
Pesawat Lion Air A330-300 bernomor penerbangan JT 3119 mendarat mulus, di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Minggu (15/6/2025 ) dinihari, pukul 03.30 WITA.
Tamu Allah ini disambut Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
“Iya jemaah dan petugas kloter pertama saat berangkat dan pulang tetap utuh berjumlah 423 orang.
Seluruhannya jemaah haji yang berasal dari Kota Banjarmasin,” kata Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin, HM Tambrin, yang menyambut kedatangan bersama General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Khaerul Assidiqi.
Disebut, jemaah dan petugas haji yang berangkat melalui Embarkasi Banjarmasin berjumlah 13 Kloter dengan total jemaah 5.502 orang.
Terdiri dari 52 Petugas Haji Kloter, 32 Petugas Haji Daerah (PHD), 3.841 jemaah asal Kalsel serta 1.609 jemaah asal Kalimantan Tengah (Kalteng.
Sisi lain hingga 14 Juni 2025, jemaah haji Debarkasi Banjarmasin yang wafat 5 orang di Makkah dan Madinah, yang jemaah Kloter 6 dari Kabupaten Pulang Pisau bernama Hartati Anang (49), wafat di rumah sakit di Makkah pada Senin 26 Mei 2025.
Ardiansyah Arjan Asmuni (63) asal Kabupaten HST, jemaah Kloter 12 yang meninggal dunia di Masjidil Haram setelah selesai umrah
jemaah Kloter 4 asal Kabupaten Tabalong, Acil Suhud Yusuf (81), wafat di Madinah karena sakit pada Jumat 16 Mei 2025.
Dua orang dari Kloter 3, Adnan Hadri (79) dari Kabupaten Kapuas, Kalteng dan Mujianto Sutomo (65) dari Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng.
Sementara GM Bandara Internasional Syamsudin Noor, Khaerul Assidiqi mengatakan, ucap Insyaallah semua menjadi haji yang mabrur.
Ia sebut, Manajemen InJourney Airports, selaku operator bandar udara memberikan pelayanan prima dengan berkomitmen dalam penyediaan fasilitas dan personel terbaik untuk para Tamu Allah.“Direncanakan akan berlangsung hingga 8 Juli 2025,” tambahnya.
Pihaknya bersinergi dan komunikasi aktif terus dijalin dengan stakeholder terkait seperti Kanwil Kemenag Kalsel, Imigrasi, Bea Cukai, maskapai, ground handling, BKK, dan Perum DAMRI.
Mempermudah proses kepulangan, jemaah haji turun dari pesawat menggunakan fasilitas garbarata dan langsung dibawa menuju Asrama Haji Banjarmasin dengan menggunakan bus yang telah disiapkan,” jelas Khaerul.
Selain itu, ada pula fasilitas pendukung seperti wheel chair hingga mobil ambulans turut disiapkan bagi jemaah yang membutuhkan. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















