Kasus DBD di RSUD Ulin Melonjak

- Penulis

Jumat, 8 Februari 2019 - 00:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Sampai sekarang ini jumlah kasus pasien penderita infeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin terus mengalami peningkatan signifikan.

Bahkan tak tanggung-tanggung, jumlah pasien virus yang dibawa oleh nyamuk tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2018 kemarin.

“Tercatat dari Januari – awal Februari 2019 pasien DBD yang dirawat inap di RSUD ada 65 orang. Jumlah itu meningkat dibandingkan selama 2018 hanya 104 orang,” jelas Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati kepada awak media, Kamis (7/2/2019).

Mewabahnya pasien DB in, ujar Suciati, terjadi sejak penyakit demam berdarah menyerang sebagian wilayah Banjarmasin, karena pengaruh cuaca ekstrem dan lantaran faktor lingkungan masyarakat yang kurang sehat.

Kalau dirata-rata dari pasien yang datang adalah anak-anak berusia 2-10 tahun dengan gejala demam tinggi.

“Alhamdulillah untuk tempat penampungan pasien DBD tercukupi, karena anak anak kami kumpulkan dalam satu ruangan khusus,” katanya.

Oleh karena itu, naiknya jumlah pasien tersebut, otomatis memaksa petugas rumah sakit milik Pemprov Kalsel ini bekerja ekstra keras.

Baca Juga :   GUBERNUR KALSEl H Sahbirin Noor Mengudurkan Diri Disampaikan ke Presiden, Berkas Diproses

“Pasien rata-rata menjalani perawatan intensif paling lama seminggu. Apabila demam tingginya sudah mulai normal, maka kami izinkan mereka pulang,” ucapnya.

Dikatakan, demi mengantisipasi meningkatnya wabah DBD, ia mengimbau agar setiap keluarga bisa mengendalikan jentik-jentik nyamuk (larva) itu dengan melakukan gerakan 3M Plus.

“Karena curah hujan ini diperkirakan sampai Maret, maka kebersihan lingkungan harus dijaga untuk mencegah wabah DBD menyerang keluarga,” katanya.

Sedangkan salah satu keluarga pasien Su Haji mengatakan putrinya Humairah sudah terinfeksi DBD sejak 9 hari lalu.

Namun dalam penanganan rumah sakit baru berjalan selama empat hari ini saja anak keduanya itu dirawat intensif.

“Kami tidak tau penyebabnya karena saya yakin lingkungan rumah bersih dan jauh dari jentik-jentik nyamuk,” katanya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura
SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura
4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal
DUGAAN PERSETUBUHAN Terungkap Lewat Ponsel
TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan
DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:45

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca