SuarIndonesia – Jembatan yang ditunggu-tunggu masyarakat, setidaknya mengurai kemacetan selama ini yakni di Sungai Lulut dan sekitar akhirnya rampung.
Tiga jembatan yang digarap melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kalsel 2019, itu sejatinya sudah bisa dilewati.
Meski bisa dilewati, Jembatan Sungai Gardu II masih belum 100 persen.
Dari dua lajur hanya satu lajur yang bisa digunakan secara maksimal.
Sedangkan Jembatan Sungai Gardu I dan Jembatan Sungai Lulut sudah lama selesai dan tidak lagi menjadi titik kemacetan.
Sebagaimana perencanaan Jembatan Sungai Gardu II sudah bisa digunakan dua lajur sembari menunggu rampung sepenuhnya.
Kamis (27/2/2020) besok tiga jembatan tersebut akan diresmikan.
“Meski masih ada sisa pekerjaan tapi jembatan sudah bisa digunakan pengendara,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Roy Rizali Anwar, melalui Kabid Bina Marga, M. Yasin Toyib, Selasa (25/2.2020).
Menurut Yasin, peningkatan ke tiga jembatan tersebut merupakan kebijakan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, untuk memudahkan pengendara lalu lintas. Terutama di saat pelaksanaan Haul Guru Sekumpul.
“Makanya pengerjaan kami kebut ager selesai sebelum pelaksanaan Haul ke 15 Abah Guru Sekumpul, sehingga arus lalu lintas saat haul yang melintas di Jalan Veteran Jalan Martapura Lama lancar,” ucapnya.
Lebih jauh Yasin menerangkan, sebelum ditingkatkan ke tiga jembatan tersebut kondisinya cukup parah.
Jembatan Sungai Lulut struktunya menggunakan kayu dengan lebar hanya 4,5 meter.
Setelah ditingkatkan menggunakan
girder beton menggunakan tiang pancang dan lebarnya menjadi 12 meter.
Kemudian, Jembatan Sungai Gardu I sebelumnya menggunakan struktur kayu dengan lebar hanya 4,2 meter.
Setelah ditingkatkan menggunakan struktur girder beton menggunakan tiang pancang lebarnya menjadi 10 meter. Terkahir, Jembatan Sungai Gardu I sebelumnya juga menggunakan struktur kayu dengan lebar 4 meter.
Setelah ditingkatkan menggunakan struktur bergelagar precast beton lebarnya menjadi 12 meter.
Disebutkan Yasin, peningkatakan tiga jembatan tersebut menyerap anggaran sebesar Rp21,4 miliar.
“Paket satu untuk Jembatan Sungai Gardu I dan Sungai Lulut nilainya Rp18,6 miliar, dan paket 2 Jembatan Sungai Gardu II nilainya Rp2,8 miliar,” beber Yasin.
Salah satu Warga Sungai Lulut, Elsa Pratiwi, menyambut baik kehadiran tiga jembatan tersebut.
Menurutnya selama ini titik kemacetan terjadi di tiga jembatan tersebut. “Selama ini dua mobil tidak bisa berpapasan di jembatan sehingga terjadi kemacetan.
Dengan pelebaran ini maka arus lalu lintas menjadi lancar,” ungkapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















