Jelajah Tiga Negara Singapura, Malaysia dan Thailand Selatan lewat Darat (3-Habis)

- Penulis

Minggu, 10 Maret 2019 - 19:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MASIH di hari yang sama Kamis (7/3/2019) sekira pukul 18.00 waktu setempat, kami tiba di Kuala Lumpur. Tapi karena waktu shalat maghrib di sana pukul 19.28, kami sempat mengabadikan ikon Kuala Lumpur Petronas Twin Towers atau Menara Kembar Petronas.

Matahari belum tenggelam, siang lebih panjang sedikit dari kebanyakan kota di Indonesia yang menggunakan WITA. Jangan heran, momen dengan view Menara Kembar jadi incaran dari semua turis dan pendatang dari luar kota itu.

Kami sempat mengabadikan menara ini di dua momen, yakni sore hari dan memasuki malam. Meski dibangun di era modern, tapi bisa sebagai ikon sebuah kota dan menjadi magnet untuk menarik orang luar, tentu sesuatu yang patut dipelajari.

Menara Kembar Petronas berlantai 88, atau dikenal juga sebagai KLCC (Kuala Lumpur City Center), adalah bangunan kembar tertinggi di dunia. Bentuknya terinspirasi oleh geometris yang ditemukan pada arsitektur Islam, dan struktur raksasa ini dirancang arsitek Argentina-Amerika Cesar Pelli.

Bangunan yang gemerlap ini dilengkapi Taman KLCC dengan besaran yang sangat luas dan tertata cantik. Karena dipadu dengan Kompleks Perbelanjaan Suria, Gedung Orkestra Petronas, Pusat Sains Petrosains, Galeri Seni Petronas, dan Kuala Lumpur Convention Centre, tempat Aquaria Oceanorium berada.

Mendatanginya pun cukup mudah. Sebagaimana Monas di Indonesia, berjalan kaki pun bisa. Petronas Twin Towers berada di Jalan Ampang dan Jalan Raja Chulan, tak jauh dari Mandarin Oriental Hotel dan di seberang The Ascott.

Usai mengunjungi Menara Kembar, kami istirahat di Hotel Metropole Kuala Lumpur untuk bersiap keesokan harinya melakukan perjalanan ke Thailand selatan.

Jumat (8/3/2019) pagi waktu setempat kita mulai beranjak meninggalkan hotel. Ada sejumlah tempat yang akan disinggahi di perjalanan menuju Thailand sejauh 600 km seperti Batu Cave dan Genting Highland.

Genting Highland sesuai namanya terletak di tempat pegunungan yang sangat tinggi dan selalu diselimuti kabut. Sehingga banyak orang yang menyebut negeri di atas awan.

Berada di perbatasan negara bagian Pahang dan Selangor, Genting Highland berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut ini adalah puncak gunung dari Pegunungan Titiwangsa. Genting dapat dicapai dengan satu jam kendaraan bermotor dari Kuala Lumpur atau melalui kereta gantung Genting Skyway yang saat ini merupakan yang tercepat di dunia dan terpanjang di Asia Tenggara.

Suhu udara seperti puncak Gunung Bromo sekira 14 hingga 22 derajat Celsius. Kawasan Genting dilengkapi pusat perbelanjaan, hotel, taman bermain, dan kasino.

Lepas dari Genting kami menuju ke perbatasan Thailand. Namun sebelumnya harus melewati beberapa provinsi di Malyasia. Sesudah Pahang dan Selangor, dilanjutkan melalui Perak, Penang, dan terakhir Kedah.

Baca Juga :   PULUHAN JEMAAH UMRAH Kalsel Telantar di Jeddah, Bambang Heri Purnama Turun Tangan Bantu Kepulangan ke Tanah Air

Check point perbatasan adalah kota Bukit Kayu Hitam. Total perjalanan ke kota perbatasan dari Kuala Lumpur ke perbatasan sekira 7 jam.

Namun karena kami mampir di rest area Bukit Gantang yang merupakan bagian dari Kota Taiping untuk istirahat dan shalat perjalanan sedikit terlambat. Guide lokal Habibi sempat memberikan info bahwa Kota Taiping merupakan terbaik ketiga di dunia setelah Ljubljana di Slovenia dan kota Vancouver di New Zealand.

Tiba perbatasan sekitar pukul 23.00 waktu setempat, yang sama dengan WIB, kami antre untuk pemeriksaan Imigrasi Thailand di Sadao Karena pukul 23.00 perbatasan sudah ditutup oleh Imigrasi Thailand.

Meski antrean panjang berbaur wisatawan dari Malaysia dan warga Thailand yang datang dan bekerja di Malaysia, namun karena dilakukan cepat akhirnya semua selesai. Guide lokal Thailand bernama Fendi sangat membantu.

Dan yang membedakan dengan Malaysia, Imigrasi tidak mewajibkan orang asing yang masuk ke negaranya membawa serta barang bawaan untuk diperiksa, tapi discan atau diperiksa langsung di dalam kendaraan.

Guide ini muslim dan masih ada keturunan Melayu dan Indonesia mengajak makan malam di kota kecil perbatasan yang sangat ramai.

Memasuki perbatasan Thailand tidak langsung ke kota Haj Yai tapi perlu waktu sekitar 30 menit untuk sampai di kota itu. Di dalam bus saya sempat berbincang dengan guide Fendi tentang makam Syekh Abdussamad Al Palembangi yang ada di Pattani.

Gayung bersambut, Fendi menyebut nama temannya yang bisa membawa saya ke makam Syekh Abdussamad Al Palembangi. Meski temannya yang bernama Sa’ad itu tidak pernah ke sana, namun dia tahu sekitaran lokasinya. Perjalanan yang memisahkan diri dari rombongan utama dalam mencari untuk mendapatkan dan ziarah akan dibuat dalam tulisan khusus dan tersendiri.

Syekh Abdussamad Al Palembangi merupakan kawan sama-sama belajar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Banyak kitab yang dikarangnya di antaranya yang terkenal dan masih dipakai di Malaysia, Indonesia, Brunei dan Pattani Thailand, adalah Hidayatus Salikin dan Sirayus Salikin.(rachman agus/habis)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca