Suarindonesia – Guna meningkatkan pengelolaan lembaga pendidikan agama, Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kalimantan Selatan melakukan kunjungan dan belajar dari kpesantren Tahfizul Quran Ainurrahmah Malaysia.
Kunjungan yang dilaksanakan akhir Juli lalu dipimpin KH Mukri Yunus selaku ketua wilayah dan KH M Abdul Hamid selaku ketua harian IPI dan diterima oleh Dr KH Syifu Khalifah Suhaimi.

Suhaimi mengatakan, pondok yang pihaknya kelola khusus mencetak santri yang sukses berdagang, berdakwah, dan berjuang demi agama.
Setiap santri hanya belajar dua jam setiap hari, selebihnya praktek dagang, dan mengembangkan bisnis sesuai syariah. setiap santri, selain belajar juga mendapat gaji sebanyak 900 Ringgit.
“Dan setelah dua tahun diperkenankan membuka usaha baru dengan 12 cabang di berbagai kawasan,” ujarnya.
Sementara itu, KH M Abdul Hamid Marzuki sangat bersyukur bisa belajar dengan pesantren yang dikelola oleh OTAI Group.
Pimpinan Ponnpes Wali Songo Banjarbaru ini, akan mengambil sistem pembelajaran yang dipelajari dan diterapkan di pesantren miliknya.
“Kesalahan kita selama ini pesantren lebih banyak menerima dari pada memberi. Melalui OTAI kami kagum dapat menerapkan metode berniaga, berdakwah, optimalisasi pengelolaan zakat oleh pondok, ” ujar pria yang akrab disapa Gus Hamid ini.
Usai berkunjung ke Malaysia, rombongan menyempatkan ziarah ke makam wali Habib Nuh Singapura. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















