SuarIndonesia – Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel, Dewi Siska menjelaskan konsep smart province terdiri dari beragam cara.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel menggunakan teknologi informasi elektronik (E) -Goverment, Garuda Smart City Model (GSCM) dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Perkembangan sumberdaya informasi saat ini mengarah pada model-model E-Gov, di antaranya smart province.
Implementasi pengembangan smart province menjadi wewenang Diskominfo sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2017 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas Diskominfo Provinsi Kalsel,” ucap Siska saat seminar di gedung Balitbangda Kalsel, Kamis (21/11/2019).
Tujuan dari kajian ini, yaitu mengidentifkasi kesiapan, serta merumuskan strategi kebijakan pelaksanaan smart province.
Sedangkan manfaat dari kajian ini agar tersedia data informasi terkait perkembangan kesiapan SKPD, bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana pelaksanaan dan mengembangkan smart province secara berkelanjutan.
Menurut Siska, hasil penelitian kesiapan Pemprov Kalsel dalam melaksanakan smart province masih pada tahapan Initial, perencanaan. Smart province masih dilaksanakan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan masyarakat dan pihak lain serta terdapat kekurangan.
“Mekanisme koloborasi antara pemerintah dan stakeholder lainpun belum terbentuk, masih perlu berbenah dalam pengembangan digitalisasi,” ujarnya.
Peneliti Balitbangda kemudian merekomendasikan pelaksanaan smart province.
Antara lain dengan mengembangkan SDM sesuai dengan kebutuhan agar menjadi smart people yang dapat berperan aktif dalam proses pembangunan provinsi, mengembangkan potensi daerah terkait SDA, dan mengembangkan sumber data informasi akurat terkini terkait kondisi wilayah dan pembangunan Kalsel.(RW)
Komentar Facebook
Bagikan ini:
Related
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















