“HUSNUDZON” Pilkada Melalui DPRD

- Penulis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 23:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Keraguan Pilkada melalui jalur manapun, disebabkan karena mental demokrasi sudah begitu rapuh.

Sudah ada nilai dan prinsif dalam berdemokrasi, namun semuanya tidak dijalankan, bahkan dimanipulasi.

Benar bahwa prinsif tertulisnya, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Praktiknya, tidak langsung, tidak umum, tidak bebas, tidak rahasia, bahkan sangat tidak jujur, dan tidak adil.

Kalau prinsif tertulisnya sudah ada dan bagus, namun tidak dilaksanakan, maka di situlah yang dimaksud problem mental.

Akarnya ada pada integritas. Situasi pendukungnya disebabkan oleh rendahnya kesejahtraan dan pendidikan.

Sambil menata mental dan memulihkan integritas, maka kesejahtraan dan pendidikan harus dibenahi melalui pelayanan publik yang baik dan berkualitas.

Maka untuk sementara, dengan penuh ‘husnudzon’, biarlah Pilkada dilakukan melalui DPRD, sampai problem terkait mental, integritas, kesejahtraan dan pendidikan semakin membaik. Pada saat itu, Pilkada harus kembali diserahkan kepada warga untuk memutuskannya.

Husnudzon pada DPRD, karena mereka sudah lebih dahulu sejahtera dan berpendidikan dari pada warganya sendiri.

Sehingga tidak mungkin kalap lupa diri dengan politik uang, atau membisu dengan politik sandera yang melibatkan penegak hukum.

Bersamaan itu dibuat aturan yang sangat ketat, terutama terkait syarat pencalonan, sehingga tidak boleh membeli semua partai untuk proses pemenangan.

Mesti ada batas minimal dan maksimal pencalonan. Misal, kalau minimalnya didukung 7 kursi, maka maksimalnya hanya boleh 10 kursi. Agar memberi kesempatan bagi calon lain untuk juga mengajukan diri.

Baca Juga :   KOBARAN API di Kacapiring V Banjarmasin Hanguskan Tempat Dekorasi dan Rumah Seorang dokter

Kalau tidak ada yang berani mengajukan diri, ditunda sampai ada yang berani maju bertarung. Jangan beri peluang hadirnya kotak kosong, sebab sangat tidak bermutu dan tidak memenuhi kriteria pemilihan.

Pemilihnya juga mesti diperluas, bukan hanya anggota DPRD, namun ditambah dengan DPRD Provinsi dan DPR RI dapil wilayah tersebut, dan untuk pemilihan Gubernur, ditambah dari DPD RI.

Pengawasannya diserahkan kepada masyarakat sipil, terdiri dari Perguruan Tinggi, Ormas dan NGO. Dengan demikian, semoga akan lebih jujur, transparan, berkualitas dan lebih murah.

Namun sekali lagi, ini hanya sementara. Mana kala kesejahtraan, pendidikan, integritas dan mental sudah semakin baik, Pilkada dapat kembali diserahkan secara langsung kepada warga.

(Oleh: Noorhalis Majid/Ambin Demokrasi)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar
PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam
DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah
DIGELEDAH Dinkes Banjar, Puluhan Dokumen dan Satu Alat Bukti Elektronik Disita
PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu
PELESTARIAN Naskah Kuno Warisan Budaya Banua
KERIBUTAN di Teluk Masjid Berakhir Damai Lewat Musyawarah
DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:35

KONTROVERSI Pelibatan Babinsa dalam Mengawasi Kepatuhan Wajib Pajak Dikritik – ‘Bisa Menggerus Kepercayaan’

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05

PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:49

DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:57

CERITA FOTO IKONIK Lionel Messi Memandikan Lamine Yamal saat Bayi

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:12

EDUKASI Pelajar SMPN 2 Banjarmasin Lewat Program Police Goes To School

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:56

DIPICU SUARA KNALPOT, Pedagang Gorengan Bunuh Seorang Pemuda di Hadapan Sang Istri

Berita Terbaru

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel M Fitri Hernadi. (Foto: ANTARA/Tumpal AA)

Bisnis

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:52

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca