Suarindonesia – Kalau sebelumnya heboh adanya pria yang pancat tower BTS, eh sekitar 16 jam lebih berada di pucuk tower BTS di Jalan Tembus Mantuil Gang Nikmat Banjarmasin Selatan, tibat-iba tak ada yang tahu, Sakur (27) turun sendiri pada Kamis dinihari (21/2), sekitar pukul 04.00 WITA, dan mengjhilang.
Pria, warga Sungai Seluang Km 18 Anjir, Barito Kuala (Batola) ini menghilang dan tak tahu dimana rimbanya.
Bahkan, sang istri kebingungan dan ketiga anaknya selalu mencari. Sebab, sejak turun tanpa sepengetahuan orang, Sakur malah kabur meninggalkan keluarganya.
“Iya benar, pemanjat tower itu sudah turun. Tapi keberadaannya tidak diketahui,” ungkap Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Najamuddin Bustari, saat dikonfirmasi, Kamis (21/2).
Saat anggota ingin melakukan pemeriksaan terhadap Sakur atas apa yang dia perbuat ini, ternyata sudah tak ada lagi di rumahnya.
Padahal istri dan ketiga anaknya sudah berada dirumah sesuai pemintaan Sakur.
Diketahui sebelumnya, Sakur datang ke Jalan Tembus Mantuil ke rumah bibinya, pada Rabu (20/2) pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Kemudian sekitar pukul 12.00 Wita, menuju ke tower dan memanjat.
Namun sekitar tujuh jam kemudian atau sekitar pukul 19.30 Wita, Sakur sempat turun.
Tak berapa lama ada di daratan, Sakur yang diduga depresi ini kembali memanjat dan berada di pucuk tower, sembilan jam lamanya.
Saat ada di atas tower, Sakur tak mau turun. Meski sudah didatangkan istri dan ketiga anaknya Irfan, Faisal dan Amin untuk membujuknya turun dari tower.
Sakur nekat memanjat tower ketinggian sekitar 42 meter tersebut.
Diduga depresi. Sebab, informasi diperoleh, Sakur terkejut mendengar kabar kematian ayah dan adiknya.
Sementara Sakur bisa sampai ke areal tower dengan cara menerobos pagar besi. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















