SuarIndonesia – Hingga akhir November tadi produk padi sudah mencapai 873 ribu ton. Jika dikalkulasikan menjadi beras, produksi tahun ini diperkirakan mencapai 516,61 ribu ton.
“Patut kita syukuri dan kita berbangga hati dengan perjuangan para petani yang selalu setia menanam padi untuk memberi makan warga Kalsel,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman.
Menurut Syamsir, dengan jumlah produksi tersebut maka saat ini kondisi beras di Kalsel surplus. Kebutuhan beras di Kalsel hanya 400 ribu ton per tahun.

“Saat ini beras di pulau Kalimantan masih minus, maka Kalsel adalah satu-satunya provinsi yang mengalami surplus 42.000 ton,” bebernya.
Dia tegaskan, ketersediaan beras di Banua masih tetap terjaga dengan aman. Selain beras lokal atau premium yang ada di lumbung-lumbung, rumah tangga, di penggilingan, di sentra produksi, di pasar juga di gudang Bulog Kalsel masih tersedia hingga akhir tahun.
“Awal tahun 2023 atau di awal Februari, mulai panen lagi dari penanaman yang dilakukan sejak bulan Oktober .
Produksi beras ini menjadi jaminan kalau Kalsel tidak perlu beras impor,” tegasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















