HADAPI KEMARAU, Kementan Dorong Petani Manfaatkan Varietas Padi Adaptif

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertanian memperkuat pemanfaatan varietas padi adaptif guna menghadapi kemarau di 2026. (Dok Kementan)

Kementerian Pertanian memperkuat pemanfaatan varietas padi adaptif guna menghadapi kemarau di 2026. (Dok Kementan)

SuarIndonesia — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani memanfaatkan varietas padi adaptif guna mengantisipasi potensi kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada 2026.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipatif, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Selain itu, Kementan juga mendorong optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi dan perpipaan, serta percepatan tanam di berbagai sentra produksi.

Adapun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat, antara lain sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua.

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini,” kata Amran, melansir dari Antaranews.com.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan Fadjry Djufry menjelaskan Kementerian Pertanian telah menghasilkan berbagai varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kekeringan.

Menurut dia, varietas tersebut dikembangkan dengan kemampuan tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas sekaligus memiliki umur panen yang relatif singkat.

Baca Juga :   BANK KALSEL Bayarkan Dividen Rp56 Miliar ke Pemprov Kalsel,2027 Dividen Ditarget Naik Rp61 Miliar

Fadjry mengatakan varietas padi tahan cekaman kekeringan seperti Inpari 38 hingga Inpari 46, serta varietas padi gogo kelompok Inpago dirancang agar tetap mampu berproduksi pada kondisi ketersediaan air terbatas

“Selain itu, terdapat pula varietas genjah seperti Padjadjaran dan Cakrabuana yang dapat dipanen lebih cepat sehingga membantu tanaman menghindari periode kekeringan,” kata Fadjry menjelaskan.

Lebih lanjut ia mengatakan pemanfaatan varietas adaptif tersebut menjadi bagian dari strategi teknologi untuk memperkuat ketahanan sistem produksi padi di tengah dinamika iklim.

“Kami mendorong pemanfaatan varietas unggul tahan kekeringan ini secara lebih luas, khususnya di wilayah rawan kekeringan atau sawah tadah hujan, sehingga produksi padi nasional tetap terjaga dan ketahanan pangan dapat terus diperkuat,” katanya menegaskan.

Kementerian Pertanian melalui BRMP terus memperkuat pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim, termasuk melalui pengembangan varietas unggul adaptif serta penerapan teknologi budidaya yang tepat di tingkat petani. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban
BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026
KKP Bagikan Gratis 4.582 Kapal Ikan Modern ke Nelayan
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus
KARHUTLA MELUAS, 2.458 Penerbangan Terdampak Asap
DUKUNG UMKM Lokal Lewat AKSEL Bank Kalsel, Beli Oleh-Oleh Amuntai Makin Praktis

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca