HADAPI Gelombang Ekstrem dan Abrasi BPBD Kalsel Tingkatkan Kewaspadaan

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 21:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pesisir melalui penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Gelombang Ekstrem dan Abrasi Tahun 2025. (Foto: Dok Pemprov Kalsel)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pesisir melalui penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Gelombang Ekstrem dan Abrasi Tahun 2025. (Foto: Dok Pemprov Kalsel)

SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pesisir melalui penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) Gelombang Ekstrem dan Abrasi Tahun 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi, mengatakan, penyusunan Renkon merupakan bagian penting dari langkah peningkatan kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman bencana yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

“Sesuai Peraturan BNPB Nomor 2 Tahun 2023, rencana kontingensi adalah dokumen perencanaan yang disusun untuk menghadapi ancaman bencana tertentu. Bagi wilayah pesisir Kalimantan Selatan, ancaman gelombang ekstrem dan abrasi adalah risiko nyata yang harus diantisipasi secara serius,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (18/11/2025).

Bambang menegaskan bahwa Renkon tidak boleh dipandang sebagai dokumen administratif semata.

Dokumen ini merupakan peta jalan yang berfungsi sebagai acuan lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat.

Ia menekankan pentingnya penyusunan skenario terburuk, termasuk penentuan peran masing-masing instansi dalam kondisi darurat.

“Renkon harus disusun secara partisipatif. Kita semua perlu menyepakati skenario terburuk, siapa melakukan apa, kapan, dan dengan sumber daya apa. Koordinasi ini harus dibangun sebelum bencana benar-benar terjadi,” jelasnya.

Pada kegiatan FGD ini, seluruh peserta dari berbagai instansi diminta memberikan data dukung untuk melengkapi dokumen Renkon, seperti profil organisasi dan pemetaan sumber daya yang dimiliki.

Informasi tersebut akan menjadi dasar penting saat Renkon diaktifkan menjadi rencana operasi darurat bencana.

Baca Juga :   WASPADAI! Potensi Gelombang Tinggi

“Pemetaan sumber daya sangat penting. Tanpa data yang jelas tentang personel, peralatan, dan logistik, kita akan kesulitan merespons situasi darurat dengan cepat dan tepat,” tutur Bambang dilansir dari AntaraNews.

Ancaman gelombang ekstrem dan abrasi, membutuhkan respons cepat, terencana, dan terkoordinasi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh peserta memberikan kontribusi aktif agar dokumen Renkon yang dihasilkan benar-benar efektif dan dapat diimplementasikan.

“Harapan kami, FGD ini menghasilkan draf Renkon yang solid, adaptif, dan siap menjadi pedoman kesiapsiagaan kita bersama. Tujuannya satu, menjadikan Kalimantan Selatan semakin tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Bambang menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang berpartisipasi dan mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor.

Ia berharap dokumen Renkon yang disusun dapat langsung diimplementasikan apabila kondisi darurat terjadi.

“Semoga kita semua dijauhkan dari berbagai ancaman bencana, dan semoga upaya perencanaan ini benar-benar meningkatkan kesiapsiagaan kita di wilayah pesisir Kalsel,” kata Bambang menambahkan. (*/ut)

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18