SuarIndonesia – Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, Kalsel kembali kehilangan putra terbaiknya. Kini berita duka datang dari kalangan pengusaha banua. Mantan Ketua Umum Kadin Kalsel juga Mantan Ketua Umum BPD Gapensi Kalsel tiga periode H Aliansyah bin H Utuh Ismail meninggal dunia di Rumah Sakit Cideres Majalengka, Rabu (30/12/2020) pukul 06.15 WIB.
Salah satu putri almarhum Sri Minarni mengatakan rencana jenazah diterbangkan dari Bandara Jakarta dengan pesawat Garuda pagi pukul 06.00 WITA menuju Syamsuddin Noor Banjarmasin, sebelum dimakamkan di Alkah Keluarga, di Sungai Mei Banjarmasin Kamis (31/12/2020) almarhum disholatkan di. Masjid Jami di Banjarmasin.
Mantan Ketua Partai Hanura Kalsel ini meninggal dunia di usia 71 tahun ini, setelah dua hari dirawat di rumah sakit setelah kena serangan penyakit stroke yang diderita sebelumnya.
Almarhum, yang dikenal pekerja keras dan gigih memang di kalangan pengusaha cukup disegani karena keberaniannya.
Bahkan semasa hidupnya, almarhum selain dekat dengan para penguasa di daerah ini juga pernah menjadi pengurus Golkar Kalsel dan beberapa organsiasi sosial termasuk Ketua Galang Kemajuan Kalsel juga Ketua Umum Granat Kalsel.
Almarhum selain dikenal dermawan juga dikenal dekat dengan para ulama dan terbukti setiap menggelar hajatan ataupun acara baik di rumah maupun kantor organisasi yang dipimpinannya, para ulama yang diundang datang silih berganti dan di antaranya mereka kerap diajak menjalankan ibadah umroh dengan cara ditunjuk almarhum.
H Aliansyah sendiri mengawali usaha yang digeluti dari pekerjaan yang paling bawah. Bahkan dari pengakuan almarhum dalam sebuah acara di rumah pribadinya di Jalan Cemapak V dan Cempaka VI Banjarmasin juga pernah dilukis perjalanan hidupnya, yang kerap diceritakan mulai dari penarik becak hingga buruh kasar sampai memiliki beberapa perusahaan hingga menjabat posisi strategis di daerah ini.
Bahkan bapak yang dikenal wajah cukup ‘sangar’ tetapi lembut hatinya, tak pernah malu-malu dihadapan lawan bicaranya, sekalipun di hadapan tamu penting seperti Andy Bakrie pun mengaku dirinya hanya seorang lulusan SMP dan akhirnya melakukan sekolah persamaan sampai berhasil menahkodai beberapa jabatan penting di daerah ini.
Salah seorang putrinya yang bernama Hj Sri Minarni yang mendampingi almarhum masa krisis mengaku tak menyangka kalau almarhum secepat ini.
Namun Allah lebih sayang sehingga almarhum kini telah tenang dan mohon doa diberikan kemudahan supaya jenazah almarhum bisa dikebumikan di Banjarmasin tempat kelahirannya.
“Sebagai salah satu putrinya, saya memintakan maaf abah jika ada salah-salah kata dan minta ridho dunia akhirat supaya kembali menghadap sang Khalik dengan ringan dan Husnul Khatimah masuk durga,’’ ungkap Sri dengan nada lirih.
Besan Almarhum H Hadimi membenarkan bahwa jenazah besannya bisa dikebumikan di Banjarmasin yang akan dimakamkan di Alkah keluarga Sungai Mei, yang sebelumnya disholatkan di Masjid Jami Banjarmasin, mohon doa dan semoga almarhum lapang jalannya untuk bertemu sang Khalik.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















