GURU HASANUDDIN : Berkurban Bukan Hanya Penyembelihan, Apalagi Menyombongkan Diri

SuarIndonesia – KH. Hasanuddin Badruddin, Ketua Umum Nhazir Masjid Agung Alkaromah dan Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura, dipercaya sebagai Khatib pada pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Agung Alkaromah Martapura, Minggu (10/7/2022).

Guru Hasanuddin menyampaikan makna ibadah kurban yang juga dilaksanakan pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik. Ibadah kurban merupakan perwujudan ketakwaan kepada Allah Swt, perwujudan jiwa sosial dari seorang hamba Allah yang taat.

“Jangan dipahami hanya sebagai penyembelihan hewan kurban, apalagi menonjolkan/menyombongkan diri karena sudah berkorban,” ujarnya.

Ditambahkannya, sebagai manusia makhluk ciptaan Allah Swt harus tahu diri, bahwa dia seorang hamba dan segala yang dia miliki hanya amanat dari Allah Swt, yang kemudian harus bisa, ikhlas, sabar untuk mengorbank apa yang dimilikinya untuk agama Allah Swt, sebagaiman yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS.

“Berkorbanlah dengan ikhlas, jangan diikuti dengan ria, kesombongan, apalagi yang dikorbankan dari hasil korupsi, dari hasil manipulasi, mustahil Allah menerima kurbannya,” ujarnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, makna dari pelaksanaan ibadah haji dan ibadah kurban, yang dilaksanakan di bulan Zulhijjah.

Ibadah haji mengandung makna, penyerahan diri kepada Allah, mengangunkan Allah Swt, serta kesadaran seorang hamba, betapa kecilnya seorang hamba di hadapan Allah Swt.

“Segala sesuatu itu kecil, kecantikan, ketampanan bisa pudar atas kekuasaan Allah. Jabatan di dunia, berbagai gelar, dan lain sebagainya, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah Swt,” sebutnya.(RW)

 151 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!