SuarIndonesia — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggulirkan program “Aksi Bergizi” khususnya bagi remaja putri guna menekan angka anemia dan stunting.
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani saat gelar program “Aksi Bergizi” di SMPN 19 Banjarmasin, Jumat (31/10/2025), menekankan pentingnya gizi seimbang dan kepedulian terhadap kesehatan anak sekolah sejak dini, khususnya remaja putri.
“Gizi yang baik dan seimbang sangat penting bagi pertumbuhan anak-anak kita. Bukan hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kecerdasan dan kemampuan belajar mereka,” ujarnya.
Menurut Neli, dilansir dari AntaraNews, remaja putri adalah kunci utama dalam membentuk generasi masa depan yang sehat.
Dia menegaskan pentingnya kebiasaan minum tablet tambah darah (TTD) secara rutin untuk mencegah anemia yang dapat berpengaruh pada masa depan kesehatan ibu dan anak.
“Remaja putri yang sehat dan bebas anemia akan menjadi calon ibu yang melahirkan anak sehat dan bebas stunting. Karena itu, kami mengajak para guru dan orang tua untuk terus mendampingi mereka menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.
Menurut dia, program ini merupakan bagian dari langkah intervensi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dalam mengatasi masalah stunting yang saat ini kasusnya hingga 26,5 persen.
Meskipun data terbaru masih menunggu hasil survei ulang, pemerintah menilai penting untuk melakukan pencegahan dari hulu, yaitu melalui edukasi gizi di usia remaja.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan menjelaskan, digulirkannya program ini menjadi strategi jangka panjang dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang.
“Remaja adalah calon ibu masa depan. Kalau sejak sekarang mereka sadar akan pentingnya makanan bergizi dan rutin minum tablet tambah darah, maka ke depan kita bisa menekan angka anemia dan stunting secara signifikan,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya bersama DPRD Kota Banjarmasin berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah, termasuk standar dapur penyedia makanan.
“Kami akan meninjau kembali dapur penyedia MBG untuk memastikan makanan yang diberikan aman, sehat, dan sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak,” demikian kata Ramadhan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















