SuarIndonesia — Kebakaran terjadi di tempat pelatihan dan gudang amunisi militer di distrik Kirovske di Semenanjung Crimea, wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia sejak 2014 lalu, Selasa (18/7/2023).
Kebakaran gudang amunisi militer Rusia ini memaksa lebih dari 2.000 warga sipil dievakuasi dan mengharuskan pihak berwenang menutup sejumlah jalan raya terdekat.
“Direncanakan untuk mengevakuasi sementara penduduk dari empat pemukiman. (Evakuasi) ini lebih dari 2.000 orang,” kata Gubernur Crimea yang diangkat Rusia, Sergei Aksyonov, melalui Telegram.
“Operasi berhasil dilakukan di Crimea yang diduduki. Musuh menyembunyikan tingkat kerusakan dan jumlah kehilangan manusia,” kata Kyrylo Budanov, kepala intelijen militer Ukraina, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/7/2023).
Aksyonov mengatakan Jalan Raya Tavrida dekat lokasi kebakaran juga terpaksa ditutup sebagian. Meski begitu, ia tak memberikan alasan soal penutupan tersebut.
Saluran Telegram Rusia yang terhubung dengan dinas keamanan Rusia dan media Ukraina juga melaporkan bahwa depot amunisi terbakar di pangkalan tersebut setelah Ukraina melancarkan serangan udara semalaman.
Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Kebakaran kamp militer ini terjadi beberapa hari setelah serangan kembali menerjang Jembatan Kerch, Crimea. Rusia menuduh Ukraina yang melancarkan “serangan teroris” tersebut dan bersumpah akan membalas.
Rusia tak lama melancarkan serangan ke Odessa, wilayah Ukraina, sebagai balasan atas serangan ke Jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dengan Crimea. (UT)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















