Suarindonesia “Tekad kita semua sama-sama jaga banua Kalimantan Selatan (Kalsel) ini agar tetap kondusif, damai dan aman.
Terpenting jangan terpancing atau terpengaruh dengan berbagai kejadian seperti di luar negeri peristiwa penembakan di Christchurch, Selandia Baru.
Maupun aksi atau kejadian di daerah lainnya di Indonesia, yang sifatnya ingin memecah belah persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat beragama,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani.
Itu diungkapkan pada Silaturahmi kapolda, tokoh agama dan organisasi masyarakat (ormas) dalam rangka memelihara situsi kamtibmas yang kondusif, Selasa (19/3).
Dikatakan, pridikat aman dan tentunya harus dipertankan walau sifatnya mempertahkan itu lebih sulit.
“Disinilah tidak hanya Polri, tapi harus adanya kebersamaan untuk tujuan yang sama demi terciptanya kerukunan dan keamanan.
Mari kita sama jaga banua ini yang sudah tenang,’’ ujar kapolda, yang ketika itu pula didampingi Wakaplda, Brigjen Polisi Aneka P .
Apalagi lanjutnya hadapi pesta demokrasi seperti pemilu, harapan besar, tokoh agama masyarakat, lebih dewasa menghadapi semua itu.
Soal jaringan radikal seperti terjadi di Lampung, Sumatera Utara dan daerah lainya, maka disini tak boleh ada.
“Harus tetap waspada, karena Kalsel milik kita bersama dan amankan program pembangunan banua,’’ ungkap kapolda.
Sebelumnya hal sama dikatakan Direktur Intelkam Polda Kalsel, Kombes Pol Bambang Priyo Andogo, semua harus banar benar dijaga situasi daerah ini.
Apalagi secara nasional paling aman, dan pertahankan itu lebih sulit.
“Jaga kamtibmas tidak hanya Polri, tapi seluruh komponen.
Kita sebentar lagi tahapan pemilu, dan tentang kondisi seperti di luar negeri, sangat pengaruh atas isu-isu agama.
Ini sangat identik adanya kelompok radikal yang rongong negara kita.
Maka atas semua tangungjawawab kita bersama,’’ ujarnya.
Sementara dalam kesempatan itu pula, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, H Noor Fahmi mengatakan, mudahan dengan adanya semua kejadian, tetap teguh pada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),
“Kita tentunya kecam keras tentang kejadian penembakan itu dan tidak diibenarkan pada agama mamapun.
Saya serukan untuk sama-sama jaga kersamaan dan ketenagan umat beragama di Kalsel, dan kita ambil sikap itu,” ajaknya.
Sedangkan Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kalsel, Mirhan AM mengatakan, dalam pilihan boleh beda, tapi tetap bersaudara.
Hal senada diungkapkan dari wakil MUI, Prof. Dr. H. Abdul Hafiz Anshari, AZ, MA, dan disebutnya sebelum terjadi lebih baik menjaga dan tekad bersama amankan banua .
“ Soal radikal tak pernah tuntas dan dari satu titik ketitik lain.
Tapi yang jelas waspadai atas isu untuk pemilu. Dan kita harus bergerak bersama amankan,’ ujarnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















