SuarIndonesia – Harapan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang mendorong supaya Rumah Sakit Ulin berakreditasi Internasional tampaknya masih harus banyak berbenah dan bekerja keras.
Pasalnya DPRD Kalsel dari Komisi IV menyatakan keraguannya, setelah melihat kondisi nyata di rumah sakit yang terletak di jantung Kota Banjarmasin.
“Kita sekarang konsentrasi agar RSUD Ulin melakukan pembenahan dan tidak bicara berstandar Internasional. Dengan melihat kenyataan seperti ini untuk bestandar nasional pun berat,’’ ucap ucap Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, H Lutfi Saifuddin saat didak di RSUD Ulin, Senin Sore (11/11/2019).
Bahkan dalam inspeksi mendadak di Rumah Sakit kebanggaan warga Banua Komisi VI banyak menemukan ketidakberesan, mulai dari masuk ruangan anak hingga kelas III di ruangan Tulip pun menjumpai bau kurang sedap. Sehingga membuat suasana siang hari yang panas dan pengap, katanya.

Dasar Lutfi meragukan pengelolaan RS Ulin bisa capai akreditasi Internasional, dikarenakan beberapa catatan di antaranya paramedis yang bertugas kurang berkompeten sudah pada pulang pada jam kerja, fasiltas ruangan kelas tiga sangat tidak nyaman dan aroma baunya membuat pengunjung harus tutup hidung dan bisa membuat penunggu sakit.
Politisi Partai Gerinda ini sangat menyayangkan saat sidak berlangsung tidak menemukan petugas yang berkompeten dalam penanganan pasien, padahal masih dalam jam kerja.
“Kita tidak menemukan petugas yang berkompeten, padahal masih jam kerja, sidak pun ditemani petugas keamanan,” bebernya.
Catatan lainnya ruangan bangunan baru tetapi kurang layak termasuk tujuan penganggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga tanpa harus ada anggaran besar bisa diatasi manakala diperlukan dengan cepat.
Hal ini tentu saja menjadi catatan jangan sampai membuat yang sakit semakin bertambah sakit, ucap Politisi Partai Golkar Kalsel H Troy Satria usai sidak.

Sedang Politisi Partai Gerinda Lutfi juga mengakui bahwa setelah melihat langsung kondisi RSUD Ulin bisa dibilang sangat memprihatinkan.
“Sungguh dalam kondisi sedang membangun pada saat ini, kalau saya lihat semakin memprihatinkan,” beber Lutfi saat Sidak di RSUD Ulin, Senin Sore (11/11/19).
Adapun fasilitas yang sangat memprihatinkan adalah kurangnya penerangan yang dimiliki RS.
Beberapa bangunan yang sudah mengalami retak pada dinding meskipun masih banyak melakukan pembangunan. Demikian juga plafon ruangan, serta ditemukan kran air yang tidak berjalan.
“Saat kami mau naik ke lantai atas, liftnya tidak berfungsi dengan baik, sehingga kami menggunakan tangga darurat untuk naik ke lantai atas. Bayangkan kalau ada pasien yang perlu pertolongan apa jadinya,” papar Lutfi lagi.
Selain itu juga penerangan yang dimiliki masih sangat kurang, sehingga beberapa ruangan sangat minim dalam pencahayaannya.
“Kami berkunjung saja mengalami kepanasan, apalagi pasien beserta keluarga yang menjaga,” ucap Lutfi lagi.
Karena itu, Komisi IV berharap agar ke depannya lebih memperhatikan dalam segi pembangunan Rumah Sakit, agar masyarakat dapat merasakan dampak yang nyata, sehingga kenyamanan fasilitas rumah sakit benar-benar terlaksana.
Rombongan Komisi IV sebelum mengakhiri kunjungan juga menjenguk dan memberikan apresiasi sejumlah pasien dan menghibur jika ada yang mengeluh dan meminta bersabar. Karena Komisi IV agar akan terus mengawal dan mendorong supaya pelayanan Rumah Sakit Ulin ke depan lebih baik, dan jangan menjadi keluhan pesiun. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















