Suarindonesia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, telah bersurat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Surat tersebut salah satunya permohonan modifikasi cuaca.
Hal itu diperlukan dalam rangka kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca panas ekstream.
Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, pihaknya telah membuat permohonan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Operasi Udara Heli Patroli dan water boombing (WB)
” Saat ini kita masih menunggu tindaklanjuti dari BNPB. Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dalam rangka mempercepat bantuan pusat tersebut. Insyaallah dalam waktu tidak lama usulan akan direstui,” ucap Bambang.
Terkait karhutla sendiri Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) elah menetapkan status siaga darurat karhutla dan kekeringan.
Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan dimulai tanggal 22 Mei 2023 sampai dengan 15 November 2023 dan telah ditandatangani Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor..
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Raden Suria Fadliansyah, Rabu (31/5/2023) menjelaskan, latar dari Kesiapsiagaan darurat itu didasar atas beberapa dasar kebijakan utama.
Pertama berdasarkan prakiraan BMKG Kalsel terkait musim kemarau yang dimulai pada pertengahan Mei dan puncaknya pada Agustus dan September 2023.
Selatan itu ada dua Kabupaten/Kota yang telah menetapkan status siaga sebelumnya.
Pertama Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSS). Sedang beberapa daerah Kabupaten lain di Kalsel hingga kini penetapan statusnya masih dalam proses.
Kedua berdasarkan hasil laporan Pusdalops Kalsel telah terpantau banyak titik panas dari satelit dan beberapa laporan kejadian Karhutla.(RW/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















