DITANGGAPI Gubernur Aspirasi Aliansi BEM se-Kalsel

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Muhidin menanggapi tuntutan aksi massa BEM Seka. Foto Istimewa

Gubernur Muhidin menanggapi tuntutan aksi massa BEM Seka. Foto Istimewa

Suarindonesia – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memberikan tanggapan terhadap sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan dalam aksi penyampaian pendapat yang digelar di Kantor Gubernur Kalsel.

Menurut H. Muhidin, terdapat beberapa poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa, di antaranya terkait sektor pendidikan, kesehatan, keamanan nasional, persoalan lingkungan, hingga berbagai isu daerah lainnya.

Terkait bidang pendidikan, Gubernur H. Muhidin menilai kualitas pendidikan di Kalimantan Selatan masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah lain. Ia mencontohkan persaingan masuk fakultas kedokteran yang masih didominasi peserta dari luar Kalimantan Selatan.

“Ke depan kita akan melakukan asesmen kepada para guru. Tujuannya untuk melihat sejauh mana kualitas pembelajaran yang diberikan sehingga bisa mengimbangi standar pendidikan di daerah lain,” kata H. Muhidin, Banjarbaru, Jumat (5/6/2026).

Sementara itu, menanggapi tuntutan yang meminta pencabutan status kawasan Taman Nasional, H. Muhidin menegaskan pemerintah provinsi tidak dapat begitu saja mencabut kebijakan tersebut. Menurutnya, status Taman Nasional memiliki nilai konservasi yang lebih tinggi dibandingkan kawasan hutan lindung.

“Taman Nasional justru memberikan peluang bagi pemerintah untuk membantu masyarakat yang berada di kawasan tersebut. Tujuannya bukan membatasi aktivitas masyarakat, tetapi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi warga,” jelasnya.

Terkait aspirasi masyarakat Sidomulyo yang juga disampaikan dalam aksi tersebut, Gubernur menegaskan pemerintah tidak dapat mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan.

Baca Juga :   TALA Jadikan Pengelolaan Sampah Penopang Pariwisata

“Kita harus menghormati proses hukum. Pemerintah provinsi sendiri pernah mengalami kekalahan dalam perkara aset karena tidak dapat menunjukkan sertifikat asli saat persidangan. Karena itu, kami tidak bisa mencampuri keputusan pengadilan,” ucap H. Muhidin.

Meski demikian, H. Muhidin mengatakan pemerintah tetap membuka ruang komunikasi dan akan berupaya memfasilitasi penyampaian aspirasi masyarakat melalui jalur yang sesuai, termasuk melalui DPRD sebagai representasi masyarakat.

Selain itu, Gubernur juga menjelaskan perkembangan rencana pembangunan stadion internasional yang turut menjadi pertanyaan mahasiswa. Ia menegaskan seluruh proses pembangunan harus mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku, mulai dari persetujuan masyarakat, pengukuran lahan, penilaian (appraisal), pembayaran ganti rugi hingga penyelesaian administrasi sebelum pembangunan dapat dimulai.

“Birokrasi sekarang berbeda dengan dulu. Semua harus melalui tahapan yang jelas dan sesuai aturan. Setelah seluruh proses selesai, barulah pembangunan bisa dilaksanakan,” pungkasnya.

Melalui dialog tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi masukan konstruktif dalam penyelenggaraan pembangunan daerah serta memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. (ADV/RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
DUKUNG UMKM Lokal Lewat AKSEL Bank Kalsel, Beli Oleh-Oleh Amuntai Makin Praktis
BAYAR PAJAK  Kendaraan Tanpa Antre, AKSEL by Bank Kalsel Hadirkan Layanan E-Samsat
BANK KALSEL Mitra Strategis Pembangunan Banjarmasin
BANK KALSEL Siap Dukung Konsolidasi Delapan BPR, Target Beroperasi April 2027
LIMA Tahun Berturut-turut, Bank Kalsel Syariah Raih Golden Champion
TAMPIL di Podcast OBLIGASI Bank Kalsel, Wali Kota Yamin Ajak Warga Pilah Sampah
DISEBUT Untuk Referensi Bank Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Kredit UMKM Bank BPD DIY, Bunga 3 Persen

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:03

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56

RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14

DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Berita Terbaru

Petugas satgas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng beberapa waktu lalu. (Foto: HO-Antara)

Kalteng

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:25

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau penanganan karhutla di Simpang Kandan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (27/10/2026). (Foto: Dokpri)

Kalteng

PERSONEL BKO DIKERAHKAN Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:57