SuarIndonesia — Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan melakukan penyesuaian kebijakan dalam program pembibitan olahraga pelajar tahun 2026 karena adanya perubahan komposisi cabang olahraga yang masuk dalam program Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (Spobnas).
Kepala Seksi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Dispora Kalsel Asfia Urrahman, menjelaskan, sebelumnya kuota atlet Spobnas yang bersumber dari anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia berjumlah tujuh orang, terdiri dari dua atlet angkat besi, dua atlet dayung, dan tiga atlet pencak silat.
“Setelah kami berkoordinasi dengan atasan, internal, dan Kemenpora, serta mempertimbangkan kualitas atlet, prestasi, dan kondisi fisik, kami memutuskan cabang pencak silat tidak lagi masuk dalam Spobnas,” ujar Asfia di Banjarmasin, Senin (9/3/2026).
Dengan demikian, hanya cabang dayung dan pencak silat saja yang masuk dalam program Spobnas dan dalam aturan terbaru dinyatakan bahwa setiap cabang olahraga minimal harus diisi oleh tiga atlet.
Meski demikian, pembinaan atlet silat tetap berlanjut melalui program Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (Spobda). Sementara untuk Spobnas, komposisi baru ditetapkan menjadi tiga atlet angkat besi dan empat atlet dayung.
“Artinya ada perubahan kuota. Angkat besi menjadi tiga atlet dan dayung empat atlet, sehingga total ada penambahan tiga atlet dibanding komposisi awal,” tutur Asfia dilansir dari Antaranews.com.
Terkait proses penjaringan atlet, Dispora Kalsel telah melaksanakan seleksi pada Februari. Dari 12 atlet yang mengikuti seleksi dan memenuhi syarat awal dari sisi usia dan prestasi, hanya empat atlet yang lolos ke tahap lanjutan.
Hasil seleksi akhir menunjukkan satu atlet angkat besi dan satu atlet dayung dinyatakan lulus. Sementara atlet lainnya belum memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan, terutama dari aspek persyaratan fisik seperti tinggi badan.
Melalui kebijakan baru ini, Dispora Kalsel berharap program pembibitan olahraga pelajar semakin terarah dan selektif, sehingga mampu melahirkan olahragawan berbakat yang siap bersaing di tingkat nasional serta memperkuat prestasi olahraga Kalimantan Selatan di masa mendatang.
“Untuk cabang dayung masih ada kekurangan satu atlet, sehingga kami akan melaksanakan seleksi ulang guna memenuhi kuota pembinaan,” ungkap Asfia. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















