LEBARAN 2026 Berpeluang Kembali Berbeda

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 20:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama. (Antara/Asep Firmansyah)

Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama. (Antara/Asep Firmansyah)

SuarIndonesia — Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat menyampaikan secara perhitungan hisab posisi hilal pada akhir Ramadan masih belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh negara anggota MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Kalau berdasarkan hitungan hisab, ketinggian hilal itu sekitar 0 sampai 3 derajat dan yang tertinggi berada di wilayah Aceh. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat,” kata Arsad dalam press briefing di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Dalam standar MABIMS, lanjutnya, ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Secara perhitungan meskipun dari sisi ketinggian hilal ada kemungkinan memenuhi syarat, namun dari aspek elongasi masih belum mencapai batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria imkan rukyat versi MABIMS.

Maka dari itu, kata dia, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026 antara ketetapan pemerintah dengan Muhammadiyah berpeluang kembali berbeda seperti halnya penentuan awal Ramadan.

“Kalau kriteria imkan rukyat versi MABIMS itu elongasinya minimal 6,4 derajat. Jadi kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS, memang masih belum memungkinkan untuk bisa dilihat,” ucap Arsad.

Meski demikian Arsad menegaskan kepastian penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian Agama.

Baca Juga :   BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027

“Keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026,” kata Arsad Hidayat, melansir dari Antaranews.com.

Dihubungi terpisah, Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprakirakan 1 Syawal 1447 Hijriah kemungkinan berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Muhammadiyah telah menetapkan lebih dulu 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat 20 Maret 2026 yang didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Sementara berdasarkan hisab rukyat pemerintah yang berpedoman pada standar MABIMS, saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS. Dengan demikian 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca