Suarindonesia – Aplikasi untuk menunjang laporan berbasis data dan kinerja diluncurkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Aplikasi bernama Health-Plan Integrated System (Hapines), sebuah aplikasi perencanaan pelaporan terintegrasi berbasis data kinerja spasial pada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Aplikasi “Hapines” adalah inovasi pertama dalam bidang perencanaan di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan yang menggabungkan antara perencanaan dan pelaporan berdasar pada data pokok dan data kinerja berbasis spasial sesuai tugas pokok dan fungsi Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan.
“Melihat tuntutan bahwa perencanaan dan anggaran harus berbasis kinerja dan tidak semua kabupaten kota sama kebutuhannya, oleh karna itu aplikasi ini memetakan kondisi pembangunan kesehatan berbasis spasial (avidance-based),” tutur Kasubag Perencanaan dan
Pelaporan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Edy Suwarto sekaligus sebagai Leader Project aplikasi.
Aplikasi ini memastikan kegiatan tidak lagi bersifat uang mengikuti fungsi.
“Kehadiran aplikasi ini juga memberikan dampak kepada kesejahtraan masyarakat dan benar-benar terukur jelas melalui indikator kinerja, pemerintah dibantu memfokuskan intervensi pembiayaan terhadrap apa yang menjadi masalah di masyarakat,” tambah Edy.
Kemudian, inovasi ini diharapkan dapat lebih menguatkan kinerja pembangunan kesehatan yang posisi sekarang mengalami kenaikan IPKM dari ranking 31 menjadi 24 se-Indonesia.
Aplikasi ini bisa memperkuat kualitas pembangunan kesehatan di Banua.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muslim apresiasi positif terobosan berbasis aplikasi tersebut, selain mengantisipasi kebutuhan juga sebagai sarana peningkatan kinerja.
“Ini terobosan yang bagus, mampu mengantisipasi berbagai kebutuhan perencanan program dengan berbagai pendekatan, sehingga fokus untuk meningkatkan capaian kinerja output dan outcome,” ucap Muslim saat dihubungi di Banjarmasin, Rabu (17/7/2019).
Selanjutnya, Inovasi tersebut bertujuan dapat merubah pola anggaran secara dinamis sesuai evaluasi kinerja menggunakan pendekatan Tematik, Holistik-Integratif, Spasial (THIS).
Sehingga stakeholder dapat menentukan prioritas Lokus, prioritas anggaran, prioritas output yang fokus terhadap pencapaian outcome/tidak tersebar berdasar avidance-based.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















