Suarindonesia – Pejuang heroik, Demang Lehman atau bergelar Kiai Adipati Mangku Negara termasuk salah satu pejuang heroik di Tanah Banjat.
Betapa tidak, pejuang bernama asli Idies ini menghembuskan nafas terakhir pada usia 32 tahun dengan cara digantung dan kepalanya dipisahkan dari tubuhnya oleh panjajah Belanda pada tanggal 17 Februari 1864 di Martapura.
Tak sampai di situ, tubuh dan kepala panglima perang Kerajaan Banjar ini terpisah tidak dimakamkan dalam satu lubang.
Kepala Demang Lehman diboyong penjajah ke Negeri Kincir Angin dan disimpan di Museum Leiden, sehingga tubuh Demang Lehman dimakamkan tanpa kepala.
Tengkorak kepala Demang Lehman di Museum Leiden merupakan bukti otentiek dan bukti fisik secara nyata perjuangan Rakyat Banjar melawan penjajah.
Beberapa kepala daerah Kalsel sempat berusaha mengembalikan tengkorak kepala Demang Lehman, namun belum berhasil.
Di era kepemimpinan H Sahbirin Noor, rencana pemulangan tengkorak pria kelahiran Barabai tahun 1832 itu mengemuka kembali.
Bahkan, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu, mulai menyusun beberapa langkah pengembalian tengkorak.
Salah satu langkah yang sudah dilaksanakan Paman Birin untuk mengembalikan tengkorak, bekerjasama dengan sejarawan Belanda, Donald Tick. Donald Tick merupakan pemerhati Budaya Nusantara.
“Yang bersangkutan membeberkan tentang rencana pengembalian tengkorak Demang Lehman dari Belanda,” ujar Paman Birin saat menerima kunjungan Donald Tick pada tanggal 13 Juni lalu.
Ia mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dan kerjasama dengan Donald Tick, sebab menurutnya hal itu sejalan dengan cita-cita dirinya menghargai jasa pejuang dan tidak melupakan sejarah.
“Saya merespon positif supaya tengkorak kepala Demang Lehman dapat kembali ke Banua,” urainya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Ahmad Subakti, Selasa (18/6) menjelaskan, untuk mengembalikan tengkorak kepala Demang Lehman tersebut perlu kajian yang mendalam.
Atas dasar itu, menurut pria yang akrab disapa Paman Nanang ini akan dibentuk tim yang melibatkan cagar budaya dan permuseuman.
“Nanti ada tim tersendiri yang kita bentuk.
Yang pasti pengembalian itu diperjuangkan pak gubernur, mudah-mudahan bisa terwujud,” bebernya.
Diketahui, Gubernur Paman Birin termasuk salah seorang yang sangat menghargai jasa para pejuang.
Hampir di setiap kesempatan pidato, ia menyampaikan pengakuan dan penghormatan kepada para pejuang.
Paman Birin juga terus mendorong semakin banyak pejuang Banua yang mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Setelah Pangeran Muhammad Noor sudah dianugeri pahlawan nasional, saat ini pemprov juga melakukan kajian pengusulan pahlawan nasional untuk Pangeran Hidayatullah.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















