SuarIndonesia – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalsel mengatensi kejahatan seksual yang dilakukan oknum pengajar di pondok pesantren di Jawa Barat.
Se Kalsel terdata 282 pondok pesantren dengan jumlah 104.419 santri dan 5.739 ustaz.
Pihak Kemenag Kalsel telah berkoordinasi dengan Polda Kalsel, BNN setempat beserta para pimpinan pondok pesantren dan ustaz mengantesi kejahatan seksual terhadap santriwati yang terjadi di Bandung-Tasikmalaya, Jawa Barat.
“Saya yakin tingkat kiai dan ustaz itu Insya Allah mereka juga adalah orang-orang yang berakhlak mulia.
Mudah-mudahan kita berdoa di Kalsel tidak ada pelecehan atau pencabulan seperti itu.
Dan kita yakinkan pondok-pondok kita adalah pondok yang berakhlakul karimah,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, HM. Thamrin, Rabu (15/12/2021).
Ia mengingatkan kepada para orang tua atau wali yang ingin memasukkan anak ke pondok pesantren agar melihat riwayat para ustaz dan kiai-nya.
Pasalnya kejadian di Jawa Barat patut menjadi perhatian untuk lebih selektif.
“Kalau di Kalsel, saya mengerti sekali dan bahwa beliau-beliau itu alumni mana dan ilmunya bersanad ke mana,” tandasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















