DEWAN KALSEL “Acung Jempol” Pemberantasan Narkoba, Tapi Harus Begini Disampaikan

DEWAN KALSEL “Acung Jempol” Pemberantasan Narkoba, Tapi Harus Begini Disampaikan

SuarIndonesia – Ketua DPRD Provinsi Kalsel H. Supian HK, acung jempol dan apresiasi kepada BNNP dan Polresta Banjarmasin terkait diamankannya pelaku dan disita narkoba jenis sabu 135 kilo gram dan 8 kilo.

“Pemberantasan narkoba jangan sampai tebang pilih harus sampai ke akarnya agar tidak ada lagi bandar atau pengedar di wilayah Kalsel,” ucapnya Rabu (16/6/2021)

Menurut Supian HK, dari penangkapan tersebut bisa dikembangkan dan digali semoga sampai ditemukan ke bandarnya.

“Kita serahkan ke aparat, mereka lebih ahlinya dalam mengungkap peredaran narkoba,” ujar Supian HK

Wakil Ketua DPRD Kalsel M. Syaripuddin

Senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Kalsel M. Syaripuddin, informasi masyarakat sangat diharapkan, bila memang melihat adanya indikasi di sekitar lingkungan peredaran narkoba, bisa dilaporkan ke aparat kepolisian

Bang Dhin sapaan akrabnya juga mengatakan, dewan akan terus dukung dan dorong aparat penegak hukum apalagi dengan lebih gencar dalam pemberantasan narkoba di Kalsel

“Untuk menghabiskan peredaran narkoba mungkin tidak bisa namun untuk memperkecil peredarannya kita pasti bisa melakukan bersama sama,”ujarnya

Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan masih menjadi pangsa pasar yang menjanjikan sindikat peredaran gelap narkoba,

“Bisa jadi Kalsel jalur transit dari atau yang dilalui untuk diedarkan ke provinsi lain,” katanya lagi.

“Meski pencegahan peredaran narkoba tugas aparat kepolisian, mari kita bantu dengan memberikan informasi bila adanya indikasi.

Pada dasarnya peredaran narkoba sudah tentu dilarang, bersama sama bergotong royong untuk memberantas peredaran narkoba,” imbuhnya

Hasib Salim

Terpisah Hasib Salim, anggota Dewan Provinsi Kalsel juga menegaskan penanganan narkoba ini harus benar benar serius ditangani, khususnya aparat yang punya tugas dalam penanganan narkoba.

Menurut Hasib Salim, pencegahan peredaran narkoba jangan sampai kendor apalagi saat pandemi sekarang, kehidupan serba sulit, anak anak tidak bisa sekolah tatap muka dan banyak yang putus sekolah ditambah lagi tingginya pernikahan dini

Tentu secara ekonomi mereka tidak siap dan ini mudah terbawa ke hal hal tidak baik, termasuk persoalan narkoba,

“Narkoba ini sangat membahayakan generasi kita, apalagi saat pandemi sekarang,” katanya

Persoalan narkoba harus ditangani semua pihak terkait dan secara aktif untuk pencegahan peredaran narkoba, khususnya keluarga sebagai pintu utama dalam memberikan pembinaan. (HM)

 367 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: