DATANGI Kejati Kalsel, Massa Forpeban dan IPPI Kalsel Pertanyakan “Setumpuk” Laporan Dugaan Korupsi Apa Diproses

DATANGI Kejati Kalsel, Massa Forpeban dan IPPI Kalsel Pertanyakan “Setumpuk” Laporan Dugaan Korupsi Apa Diproses

SuarIndonesia – Massa datangi Kantor Kejakasan TInggi (Kejati) kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) di Jalan DI Pandjaitan Banjarmasin, Senin (21/9/2020).

Massa dari Forpeban (Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara) dan¬† IPPI (Ikatkan Putra- Putri Indonesia) Kalsel dikomando Din Jaya, pertanyakan ‘setumpuk’ laporan selama ini yang disampaikan pihaknya.

“Apa diproses atau sampai dimana kasusnya, karena kami tak pernah disampaikan kembali bagaimana perkembangannya,” ucap Din Jaya, yang sat itu diterima pihak Kejati yakni Kasi C Hendri dan didampingi Irwan.

“Kami rasa ada hampir ratusan kasus yang telah kami sampaikan ke pihak Kejati, tak ada beritanya lagi” tambahnya.

Pada waktu itu pula massa sampaikan lagi soal pengadaan dan penyaluran beras bantuan Jaring Pengaman Sosial Penanganan Covid 19 Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST senilai Rp 6,1 Millar.

“Ini diduga bermasalah, bahkan berasnya ada sampai ke tangan warga¬† banya ‘bakutu’ (binatang kecil yang biasa ada di beras,red).

Lainnya soal taman baca/perpustakaan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kamboja yang dinilai tak layak, karena bangunanya hanya dari kontainer bekas

Kemuidian dugaan persekongkolan pada lelang proyek pembangunan jembatan Kelayan A -Gerllya Dinas PUPR Kota Banjarmasin Tahun Anggaran 2020 senilai Rp 13,5 miliar.

Hal lain dugaan pekerjaan tidak sesuai spek pada provek preservasi Jalan H Hasan Basry Banjarmasin.

Itu dilaksanakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Satker Pelaksanaan lalan Nasional Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2020 senilai Rp 2 miliar

:Kita juga minta pihak Kejati telisik dugaan penyimpangan korupsi pada pelaksanaan paket pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kegiatan Operasional alat dan mesin Pertanian Dinas
Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi. Kalsel Tahun 2019 senilai Rp 8,2 Milyar.

Terhadap semua, Hendri menyatakan bahwa apa disampaikan pasti diproses dan pihaknya juga akan turun ke lapangan mengumpulkan bukti -bukti lainnya.”Percaya kami proses,” ucapnya.

Senada disampaikan Irwan, bagi masyarakat bisa sampaikan persoalan apapun di situs Kejati yang sudah ada.

“Dan disitu akan diketahui kasus apa saja dan sampai dimana ditangani,” ucap Irwan. (ZI)

 

 

 188 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: