DANA TERBATAS, Penyebab Terbengkalainya Halaman SDN Teluk Dalam 7

- Penulis

Selasa, 21 Desember 2021 - 23:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Setelah sebelumnya mendapat protes dari warga dan orang tua siswa, pihak Sekolah Penggerak SDN Teluk Dalam 7 Banjarmasin, akhirnya angkat bicara.

Kepala SDN Teluk Dalam 7 Banjarmasin, Yuni Chandra menjelaskan, pembangunan fasilitas penunjang berupa halaman sekolah yang tak kunjung selesai dibangun tersebut lantaran ketiadaan dana.

“Lapangan yang perlu dibenahi itu ukurannya 600 meter persegi. Biaya yang diperlukan itu tidak sedikit,” ungkapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya (21/12/2021).

Menurut Yuni, dari dana bantuan yang ada, pihaknya sementara ini hanya bisa membangun siring. Dan itu ia akui sudah dibicarakan ke konsultan bangunan.

“Mengapa dibikin siring, agar menjadi pembatas sehingga material pembangunan yang ada sekarang tidak hanyut ketika terbawa genangan air,” jelasnya.

Di samping itu, Yuni Menambahkan, dana yang diperoleh pihaknya, merupakan bantuan dari sejumlah perusahaan yang diserahi proposal bantuan.

Adanya proposal itu pun, menurutnya sepengetahuan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.

“Karena beberapa waktu lalu, Wali Kota Banjarmasin pernah ke sini. Beliau mengapresiasi program pemilahan sampah yang kami lakukan. Dalam kesempatan itu, kami meminta bantuan dana untuk pembangunan. Diusulkan melalui proposal ke instansi terkait,” jelasnya.

“Namun dana bantuan yang masuk di sekolah, tak sampai Rp50 juta. Untuk pembangunan siring saja, sudah menghabiskan biaya Rp15 juta,” tambahnya.

 

DANA TERBATAS, Penyebab Terbengkalainya Halaman SDN Teluk Dalam 7 (2)

 

Disinggung terkait adanya protes warga yang menyatakan bahwa belum selesai fasilitas yang satu, pihak sekolah justru melakukan pembangun fasilitas yang lain, Yuni juga memberikan jawabannya.

Dia menjelaskan, dana yang digunakan untuk pembangunan fasilitas lain, itu tidak melulu dana dari hasil proposal. Tapi juga ada dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Karena dana BOS tak bisa dikeluarkan sembarangan, maka dana BOS dipakai untuk keperluan lain. Seperti misalnya, pembuatan lahan parkir. Itu pun karena ada dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Bukan saya lompat-lompat pengerjaan,” kilahnya.

“Untuk persoalan pembangunan fasilitas penunjang berupa lapangan itu, saya tidak bisa menjawab kapan bisa diselesaikan. Karena memang, kami tidak memiliki dana untuk itu,” tekannya.

Disinggung apakah sudah ada upaya pihak sekolah memberikan penjelasan secara resmi kepada warga sekaligus orang tua murid terkait hal itu? Yuni, mengaku tidak ada.

Baca Juga :   REMBUK STUNTING, Optimis Angka dI Banjarmasin Turun

“Tapi, sudah pernah saya sampaikan secara personal. Misalnya, kepada orang tua murid, yang biasa duduk-duduk di sekolah ini menunggu anaknya. Dan saya berharap, hal itu juga bisa disampaikan juga ke orang tua murid yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :

DEADLOCK MEDIASI, Komite Sekolah bakal Temui Warga Terkait Protes Fasiltas SDN Teluk Dalam 7

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Komite Sekolah Penggerak SDN Teluk Dalam 7 Banjarmasin, Yuyun Yuniati.

Ia menilai, warga yang memprotes, hanya melihat tampilan sekolah dari luarnya saja. Bahwa seakan-akan, pihak sekolah membiarkan kondisi fasilitas penunjang sekolah ini. Padahal, menurutnya memang karena ketiadaan dana.

“Warga mungkin menanyakan, kan ada dana BOS?. Seperti diketahui, Dana BOS tidak boleh digunakan untuk sarana prasarana sekolah. Baik sifatnya yang ringan maupun yang berat,” jelasnya.

“Makanya, pihak sekolah melayangkan proposal. Tapi dana yang didapatkan pun tidak mencukupi,” tambahnya.

Selama ini, menurut Yuyun, pihaknya memang belum pernah melakukan pertemuan resmi dengan warga. Alasannya, karena memang warga tak pernah mengeluh.

“Sehingga kami pun jadi tidak mengetahui apa masalahnya. Kami merasa protes yang terjadi lantaran adanya miskomunikasi saja. Sebenarnya, pada intinya, warga menginginkan agar halaman bisa dimanfaatkan bersama,” ucapnya.

“Tapi, bagaimanapun juga setelah kejadian ini semoga ada hikmahnya. Sehingga halaman sekolah kita ini bisa menjadi perhatian Dinas dan bisa secepatnya diperbaiki,” tutupnya.

Seperti diketahui, belum lama tadi, mengeluarkan unek-uneknya. Warga menuntut, agar pembangunan fasilitas penunjang di SD tersebut segera diselesaikan. Ambil contoh, perbaikan halaman sekolah.

Alasan warga, karena sejak 2019 lalu, perbaikan tak kunjung rampung. Walaupun dikerjakan, mereka menilai bahwa pengerjaannya tampak asal-asalan.

Di sisi lain, warga juga menilai, semenjak dipimpin kepala sekolah (Kepsek) yang baru, fasilitas penunjang SD tersebut terkesan tak lagi diperhatikan. Masukan warga setempat, juga orang tua murid, bahkan tak diindahkan.

Seperti misalnya, masukan soal perbaikan lapangan yang tak kunjung rampung hingga akhirnya, ditumbuhi tanaman liar.

Alhasil, selain dianggap bisa membahayakan murid SD, kondisi lapangan juga tak lagi bisa difungsikan sebagaimana mestinya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP
SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel
PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar
KORBINMAS BAHARKAM POLRI Cek Kendaraan dan Alusista di Polda Kalsel
PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin
DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru
KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik
LAKALANTAS MAUT di Traffic Light Sultan Adam, Renggut Nyawa Seorang Ibu Dibonceng Anaknya

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:38

KTP HILANG Didenda!, Legislator Usul Terapkan Satu Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 23:26

JUNI 2026, Pemerintah Targetkan Mulai Bangun Lima Lokasi PSEL

Rabu, 22 April 2026 - 22:01

PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin

Rabu, 22 April 2026 - 21:55

DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru

Rabu, 22 April 2026 - 21:45

KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sofia Kamila (13) jemaah haji termuda asal Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 Apr 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca