SuarIndonesia – Ramadhan merupakan bulan dimana umat muslim menjalankan kewajiban ibadah puasa. namun dalam bulan puasa banyak peristiwa yang terjadi.
Salah satunya, wafatnya orang yang paling dicintai Rasulullah yakni Istri beliau Hababah Siti Khadijah radiallahu ‘anha binti khuwalid, tepatnya pada hari ke-11 bulan Ramadhan tahun ketiga sebelum hijrah
“Beliau merupakan orang yang sangat membantu Rasulullah dalam memperjuangkan dan penyebaran agama islam, baik pengorbanan harta, maupun jiwa raga,’ ucap Pengasuh Majelis Ta’lim Ash Shofa, tuan guru Ilham Humaidi. Selasa (12/4/2022)
Ummul Mu’minin (ibu kaum mukminin) atau Siti Khadijah ujar Ilham Humaidi, juga dijuluki Asyidatu Thairah (pemimpin wanita suci) yang artinya setiap wanita ingin mencapai kebahagian di dunia dan akhirat maka hendaknya meniru dan meneladani Ummul mu’minin,
Lanjutnya, Ummul Mu’minin sangat taat pada suaminya yakni Rasulullah, salah satu yang dilakukan beliau dengan sangat memprioritaskan kesenangan suami, keperluan suami serta kepentingan suami dari pada kepentingan pribadi beliau sendiri .
“ini merupakan sesuatu yang sangat mulia, selain itu sesuatu yang patut kita contoh dari kehidupan beliau yakni sesuatu yang di korbankan hanya untuk Allah dan Rasulnya dalam memperjuangkan agama islam, dengan syariat yang di bawa Rasul, tidak akan di siasiakan Allah, semoga kita semua mendapatkan keberkahan,”sebutnya
Ummul Mukminin atau Siti Khadijah dan Rasulullah merupakan pasangan suami istri dari keturunan yang sama dari bangsa Quraisy, suku bangsa arab keturunan ibrahim yang menetap di kota mekkah dan sekitarnya.
Siti Khadijah binti khuwalid bin asad bin abdu Uzza bin Qushay, orang keturunan Quraisy.
Sedangkan Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay, orang yang sama dari keturunan Quraisy.
Saat itu, Khadijah memang salah satu orang terkaya di Kota Mekkah, bahkan disebutkan dua pertiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Namun justru di akhir hayatnya, Khadijah tak memiliki harta sedikit pun, baju yang dia kenakan penuh tambalan. Disebutkan ada sekitar 83 tambalan.
Dalam Kitab Al-Busyro dari Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Miliki Al-Hasani, Khadijah diceritakan menggunakan seluruh hartanya untuk membantu Rasululullah dalam penyebaran Islam. Khadijah yang awalnya kaya jatuh miskin, hingga tak punya kain kafan untuk membungkus mayatnya jika meninggal.
Saat itu, Khadijah dikisahkan meminta sorban yang biasa digunakan Nabi Muhammad SAW untuk menerima wahyu sebagai kafan.
Namun sorban tersebut urung digunakan karena Khadijah menerima sorban yang dikirim Malaikat Jibril. Kelak ada lima orang yang menggunakan kain kafan istimewa tersebut yaitu Siti Khadijah, Nabi Muhammad SAW, Siti Fatimah, Ali bin Abi Thalib, dan Hasan cucu Rasulullah SAW.
Semoga kita selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















