BURQA Resmi Dilarang, Pelanggar Akan Didenda

- Penulis

Jumat, 22 September 2023 - 23:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parlemen Swiss secara resmi memberikan persetujuan akhir untuk legislasi yang melarang pemakaian burqa. (@picture-alliance/dpa/Arshad Arbab)

Parlemen Swiss secara resmi memberikan persetujuan akhir untuk legislasi yang melarang pemakaian burqa. (@picture-alliance/dpa/Arshad Arbab)

SuarIndonesia — Parlemen Swiss secara resmi memberikan persetujuan akhir untuk legislasi yang melarang pemakaian burqa di negara tersebut. Para pelanggar aturan itu akan dikenai hukuman denda maksimum sebesar 1.000 Franc Swiss (Rp 16,9 juta).

Seperti dikutip detikNews dari Associated Press, Jumat (22/9/2023), pengesahan undang-undang (UU) yang melarang burqa itu diresmikan setelah Dewan Nasional, majelis rendah pada parlemen Swiss, menggelar pemungutan suara atau voting pada Rabu (20/9) waktu setempat.

Hasil voting menunjukkan 151 suara Dewan Nasional mendukung, melawan 29 suara yang menolak UU tersebut. UU itu mendapatkan dukungan kuat Partai Rakyat Swiss yang merupakan partai populis dan berhaluan sayap kanan, yang dengan mudah mengatasi keengganan kelompok sentris dan Partai Hijau.

UU itu sebelumnya telah disetujui oleh majelis tinggi pada parlemen Swiss.

Dengan persetujuan majelis rendah, maka parlemen Swiss berarti memperkuat larangan itu ke dalam UU federal dan menetapkan denda maksimum 1.000 Franc Swiss bagi para pelanggarnya.

Langkah itu menyusul referendum nasional dua tahun lalu di mana para pemilih di Swiss dengan suara bulat menyetujui larangan niqab, yang menyisakan celah pada mata, dan burqa serta masker ski dan bandana yang digunakan oleh para pengunjuk rasa di negara tersebut.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

UU yang baru disahkan itu melarang penggunaan penutup hidung, mulut dan mata di ruang publik dan bangunan pribadi yang bisa diakses oleh publik, meskipun terdapat beberapa pengecualian.

Hanya sedikit perempuan di Swiss yang mengenakan penutup wajah seperti burqa, yang mungkin paling dikenal sebagai pakaian yang dikenakan para perempuan di Afghanistan.

Dua wilayah Swiss — Ticino dan St Gallen — sudah memiliki UU serupa. UU nasional ini akan menempatkan Swiss sejajar dengan negara-negara seperti Belgia dan Prancis yang memberlakukan larangan serupa. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18