BSI BERPELUANG Tetap Tumbuh & Perluas Pasar di Tengah Tantangan Ekonomi, Biaya Dana Rendah

- Penulis

Jumat, 17 Februari 2023 - 02:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) disebut memiliki peluang besar untuk terus tumbuh di tengah ketidakpastian akibat beratnya tantangan ekonomi pada 2023.

Sebab, perseroan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki bank lain yaitu rendahnya biaya dana atau cost of fund (CoF) dan segmentasi pasar yang sangat besar.

Ekonom Muhammad Chatib Basri dalam acara BSI Wealth Insight: Creating Values in Times of Uncertainty mengatakan, perbankan syariah dalam negeri saat ini memiliki penetrasi pasar yang masih kecil, yakni sekitar 6% di industri perbankan. Padahal Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga hal ini merupakan peluang pasar yang masih sangat luas.

Dari sisi kinerja, jumlah kelolaan dana pihak ketiga mengalami pertumbuhan positif. BSI mencatat perolehan DPK BSI mencapai Rp 261,49 triliun, yang didominasi oleh tabungan wadiah mencapai Rp 44,21 triliun dan berada di peringkat ke 5 tabungan secara nasional dengan jumlah nasabah BSI mencapai 17,78 juta orang. Pencapaian ini memberikan pengaruh positif terhadap rasio Cost of Fund (CoF) yang kian menurun sejak tahun 2021 hingga per Desember 2022 di level 1,62%.

“Ketidakpastian ekonomi di 2023 juga memiliki implikasi pada perbankan. Siapa yang bisa menjaga cost of fund lebih murah akan lebih dilirik sekarang, di sini peluang perbankan syariah. Potensinya jumlah penduduk muslim terbesar, tapi penetrasi pasar perbankan syariah masih kecil, growth kita masih 6 persen. Jadi ada celah yang sangat besar untuk tumbuh,” kata Menteri Keuangan RI periode 2013-2014 tersebut.

BSI BERPELUANG Tetap Tumbuh & Perluas Pasar di Tengah Tantangan Ekonomi, Biaya Dana Rendah

Chatib yang juga menjabat Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengatakan, segmentasi pasar yang besar di Indonesia adalah celah bagi BSI untuk bisa meningkatkan penetrasi bisnis perbankan syariah dalam negeri. “Keunggulan lain adalah soal segmentasi pasar. Tahun ini bukan tahun yang mudah, tapi BSI memiliki cost of fund yang murah maka akan menjadi bank yang secara relatif punya potensi untuk tumbuh bahkan dalam kondisi tingkat bunga tinggi di 2023,” ucapnya.

Dalam acara yang sama, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan Bisnis Wealth Management BSI tumbuh impresif pada 2022. Selama tahun 2022 nasabah BSI Prioritas tumbuh sebesar 19,13% dengan jumlah nasabah lebih dari 52 ribu nasabah”.

BSI Prioritas juga menawarkan layanan Sharia Wealth Management yang memberikan pengalaman berbeda dengan wealth management konvensional. Dalam Wealth Accumulation, BSI menyediakan produk investasi mulai dari Reksa Dana, Sukuk, Emas dan Deposito. Sementara untuk Wealth Protection, BSI sebagai agen penjualan produk asuransi jiwa, kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga :   MENHUB DUDY: "Kami Jajaki dengan China-Rusia Bangun Rel Trans-Kalimantan"

BSI pun menyediakan konsultasi waris berbasis hukum Islam dan konsultasi pajak sebagai Wealth Distribution. Adapun yang membedakan sharia wealth management dengan konvensional adalah adanya Wealth Purification, yaitu pemurnian kekayaan yang dimiliki melalui Zakat, Infaq, Sedakah dan Wakaf.

Baca Juga :
BANK SYARIAH INDONESIA Hadir dan Dukung Penguatan Global

Sebagai bentuk kontribusi BSI untuk menjadi institusi yang dapat memberikan pengetahuan, pemahaman dan informasi seputar pengelolaan portofolio keuangan syariah dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, BSI tak ketinggalan menghadirkan BSI Wealth Insight.

BSI Wealth Insight berfokus pada peningkatan literasi finansial syariah serta outlook perekenomian syariah kedepan. Bank Syariah Indonesia dengan berbagai produk finansial dan produk – produk investasi syariah akan menjadi jawaban dari kebutuhan nasabah akan produk keuangan syariah.

“Dengan potensi ekonomi syariah yang terus tumbuh dan berkembang, BSI Wealth Insight dapat menjadi intermediary antara Bank Syariah Indonesia dengan nasabah untuk pemenuhan produk-produk keuangan. Wealth Distribution ini adalah yang membedakan syariah wealth manajemen dengan konvensional adanya wealth purification jadi dimurnikan wealth di sini pemurnian kekayaan ini adalah melalui zakat tadi zakat infaq sedekah wakaf,” ucap Hery.

Dalam kesempatan yang sama hadir pula CEO CT Corp Chairul Tanjung. Dia mengatakan kehadiran BSI menjadi harapan bersama bahwa bank syariah dan institusi finansial lainnya juga bisa ikut tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu pihaknya siap menjalin kerja sama dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah bersama BSI.

“Karena itulah yang kita harapkan dan bukan hanya harapan orang Indonesia tapi saya tahu harapan banyak masyarakat Islam. Jadi ini adalah satu hal yang baik tentu kita dukung dan tadi saya sampaikan ke Pak Hery bahwa CT Corp siap untuk bekerja sama dengan BSI untuk mulai menjajaki kerja sama yang baik di semua ekosistem kita,” tuturnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

64 PESAWAT dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
KPK: Pengadaan dan Mutasi Jabatan di Daerah Rawan Korupsi
258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital
KAPAL Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta
DITETAPKAN Lima Tersangka Karhutla dan 10 Korporasi dalam Penyidikan Polda Kalsel
KASUS KORUPSI ATR/BPN: KPK Geledah Ruangan 3 Dirjen dan Sita Dokumen
KESEHATAN Mental Nakes Salah Satu Penentu Keselamatan Pasien
KAPOLRI Diperintahkan “All Out” Cek Unsur Pidana Pelaku Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:18

KPK: Pengadaan dan Mutasi Jabatan di Daerah Rawan Korupsi

Jumat, 18 September 2026 - 20:43

258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital

Jumat, 18 September 2026 - 20:31

KAPAL Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta

Jumat, 18 September 2026 - 14:49

DITETAPKAN Lima Tersangka Karhutla dan 10 Korporasi dalam Penyidikan Polda Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 21:10

KASUS KORUPSI ATR/BPN: KPK Geledah Ruangan 3 Dirjen dan Sita Dokumen

Kamis, 17 September 2026 - 20:56

KESEHATAN Mental Nakes Salah Satu Penentu Keselamatan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 20:19

KAPOLRI Diperintahkan “All Out” Cek Unsur Pidana Pelaku Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 18:52

PEMILIK KM Virgo Transport 8 “Angkat Bicara” Terkait Musibah di Laut Jawa

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Hukum

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:50

Foto Ilustrasi, Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, (Foto: Prokalteng)

Kalteng

14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:39

Grand Prix Austria 2026 menandai kemenangan perdana bagi Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Membayar lunas blunder yang dilakukannya saat balapan Sprint, sang pembalap bernomor #37 berperforma mengesankan untuk mengklaim podium tertinggi MotoGP. Ia mengalahkan duet Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. (Foto: MotoGP.com)

Internasional

RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:24

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca