BRIGJEN (Purn) HM Effendi Ritonga Walikota Banjarmasin Periode 1984-1989 Tutup Usia, Sosok Penting dan Narsum Utama Buku Sang Patriot

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brigjen (Purn) HM Effendi Ritonga, Walikota Banjarmasin Periode 1984-1989

Brigjen (Purn) HM Effendi Ritonga, Walikota Banjarmasin Periode 1984-1989

SuarIndonesia -Brigjen (Purn) HM Effendi Ritonga, Walikota Banjarmasin Periode 1984-1989 dikabarkan tutup usia (88 tahun) di Jakarta Selasa (13/1/ 2026), sekitar pukul 08:00 WIB (09:00 WITA).

Beliau adalah sosok penting dalam perjuangan dan pula sebagai narasumber (narsum) utama Buku Sang Patriot.“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun”.

Kabar duka juga banyak diketahui kalangan anggota TNI di Kalsel, dan ucap duka cita. Pasalnya beliau tokoh yang sangat dikenal dalam meniti karier dan tegas.”Semoga beliau mendapatkan Rahmat dan Ampunan ALLAH SWT”.

Diketahui, beliau merupakan tokoh dalam sejarah pemerintahan Wali Kota Madya KDH Tk.II Banjarmasin (dulunya).Brigjen Effendi Ritonga juga sangat suka kepada Kapten Anumerta Pierre Andries Tendean merupakan salah satu perwira TNI Angkatan Darat dengan mencatat bahwa Pierre pria yang ganteng.

Sisi lain, pernah menjadi rekan seperjuangan Pierre Tendean di ATEKAD. Dan di usia 88 tahun masih menjadi sumber inspirasi pembangunan kota, menunjukkan dedikasi besar untuk kemajuan Banjarmasin.

HM. Effendi Ritonga merupakan nara sumber utama buku Sang Patriot, yang membuka lembar kehidupan Pierre Tendean selama menempuh pendidikan militer di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD), tahun 1958-1962.

Diceritakan, mereka bersama-sama merasakan masa perploncoan yang paling seram sepanjang sejarah Bumi Panorama di akhir November 1958. Mereka berbagi kamar tidur yang sama di tingkat dua saat menyandang pangkat sersan taruna.

 

Bahkan, pada waktu kenaikan ke tingkat 3 tahun 1961, Ser Ma Tar Effendi Ritonga dan Ser Ma Tar Pierre Tendean bersaing head to head untuk dipromosikan Direktur Atekad menjadi Komandan Resimen Korps Taruna.Akhirnya Ser Ma Tar Effendi yang menjadi Komandan Resimen Korps Taruna, sementara Pierre ditunjuk sebagai Komandan Batalyon Korps Taruna Remaja yang membina adik-adik taruna tingkat satu.

Baca Juga :   BELASAN KLUB Berlaga di Turnamen Gubernur Cup Road to Pangdam Cup XXII/TB

Saat pesiar pada suatu waktu di tahun 1960, Ser Tar Effendi Ritonga berjalan kaki berdua Ser Tar Pierre menuruni Jalan Ciumbuleuit Bandung.

Sepanjang jalan Pierre bercerita bahwa keluarganya adalah satu-satunya keluarga campuran yang selamat dari gilasan Revolusi Sosial pasca perang kemerdekaan di Magelang dan Semarang.

Saat itu keluarga-keluyarga Indo ditangkapi karena kuat afiliasinya dengan Belanda/Sekutu, tetapi keluarga Tendean disegani masyarakat karena sumbangsihnya yang berarti dalam membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Masih jelas diingatan Effendi, jawaban Pierre yang tegas dan tajam saat membalas olokan ‘Bule, Londo, atau Indo’ dari rekan-rekan sesama taruna.

Seruan yang mengukuhkan nasionalismenya. “Jangan macam-macam kamu. Rasa kebangsaan aku mungkin lebih tebal daripada kamu yang mengaku pribumi,” tukas Pierre. (ZI)

 

 

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD
BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:09

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:14

UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca