BREAKING NEWS!! Tarakan Diguncang Gempa M4,8, Warga Berhamburan Keluar Rumah, Rumah Roboh dan Pasien Dievakuasi

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 22:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ISTIMEWA)

(Foto: ISTIMEWA)

SuarIndonesia -— Guncangan gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (5/11/2025) sore sekitar pukul 17.37 WITA. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 3,33° Lintang Utara dan 117,82° Bujur Timur, atau sekitar 24 kilometer tenggara Kota Tarakan, dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid MSi, menjelaskan bahwa gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Tarakan, yang kerap memicu getaran di wilayah pesisir utara Kalimantan.

Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 4,8 menimbulkan kepanikan warga. Getaran kuat terasa di berbagai wilayah kota, bahkan menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan cukup parah hingga roboh.

Tampak salah satu rumah warga yang terdampak gempa di Kelurahan Mamburungan. (Foto: ISTIMEWA)

Kepanikan juga meluas hingga ke fasilitas layanan publik. Di RSUD dr H Jusuf SK Tarakan, pasien dan tenaga medis sempat berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Alarm peringatan darurat rumah sakit sempat berbunyi tak lama setelah getaran pertama dirasakan.

Salah satu pasien, Sofiya, menceritakan getaran terasa sangat kuat di bangsal perawatan tempat ia dirawat. Seluruh pasien, kata dia, diarahkan oleh petugas medis untuk segera menuju tangga darurat dan keluar dari gedung.

“Saya dibantu keluarga dan perawat untuk turun, karena tangan masih diinfus. Tapi untungnya kondisi saya sudah agak membaik, jadi tidak perlu dibopong ke lantai bawah,” ujarnya.

Menurut Sofiya, suasana panik sempat terjadi di area rumah sakit. Beberapa pasien yang menggunakan kursi roda dan tandu ikut dievakuasi ke halaman. “Waktu gempa itu terasa banget, sampai peralatan medis bergoyang. Semua orang spontan keluar,” katanya.

Tampak pasien RSUD dr H Jusuf SK yang dievakuasi di parkiran saat terjadi gempa. (Foto: ISTIMEWA)

Melansir dari Headlinenews.id, sejumlah rumah warga di Gang Dermaga, Kelurahan Gunung Lingkas, serta di RT 07 dan RT 09 Kelurahan Mamburungan, mengalami kerusakan akibat guncangan. Beberapa rumah dilaporkan retak di bagian dinding dan atap, sementara satu di antaranya dilaporkan roboh di bagian dapur.

Rumah roboh di Kelurahan Mamburungan
Sedangkan beberapa pertokoan turut terdampak gempa yang mengakibatkan sebagian besar barang pecah belah berhamburan di lantai. Sementara itu, di Bandara Juwata Tarakan, video yang beredar di media sosial menunjukkan bagian plafon ruang tunggu di lantai dua yang roboh akibat guncangan. Beberapa kursi dan panel di area tersebut tampak berantakan.

Manajemen Bandara Juwata Tarakan, Elisabet Florens, membenarkan adanya kerusakan ringan di fasilitas terminal penumpang. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal.

Plafon Bandara Juwata Tarakan lepas dan roboh. (Foto: ISTIMEWA)

Plafon Bandara Juwata Tarakan lepas dan roboh
“Memang terasa guncangan cukup kuat, tapi dampaknya tidak signifikan. Hanya ada bagian plafon di ruang tunggu yang terlepas. Tim bangunan sudah melakukan penanganan. Pesawat terakhir juga sudah mendarat dengan aman, operasional bandara tetap berjalan normal,” ujarnya.

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi saat dikonfirmasi turut menegaskan gempa yang mengguncang wilayah Tarakan tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan hasil analisis, episentrum gempa terletak di laut dengan kedalaman 10 kilometer, dan termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

“Kami tegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini BMKG belum mencatat adanya gempa susulan,” jelas Sulam Hilmi.

Baca Juga :   DIOPERASIONALKAN Akses Jembatan Km 31 Banjarbaru, Begini Langkah Dishub

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, masyarakat sudah dapat kembali ke rumah karena hingga lebih dari satu jam setelah kejadian, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan.

“Secara teori, gempa susulan biasanya berkekuatan lebih kecil dari gempa utama. Karena sampai sekarang belum ada aktivitas susulan yang terpantau, masyarakat yang tadi sempat keluar rumah atau pasien yang dievakuasi dari rumah sakit sudah bisa kembali ke dalam,” ujarnya.

Tampak salah satu lorong di toko bangunan yang berhamburan akibat gempa, Rabu (5/10/2025). (Foto: ISTIMEWA)

Hingga Rabu malam, petugas gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak. Warga diimbau memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah, terutama bila ditemukan retakan yang berpotensi membahayakan struktur.

Dan di Tanjung Selor, Berau, dan Nunukan, gempa dirasakan dengan intensitas III–IV MMI, dan di Malinau mencapai III MMI.

Hingga pukul 17.51 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Rasmid menegaskan, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik, dan pastikan informasi hanya diperoleh dari kanal resmi BMKG,” jelasnya.

Suasana kepanikan sempat mewarnai sejumlah wilayah di Kota Tarakan. Hana, warga Kelurahan Karang Anyar, menceritakan bahwa saat gempa terjadi, ia sedang duduk di depan televisi bersama keluarganya.

“Pokoknya panik, semua langsung spontan lari keluar rumah. Getarannya terasa betul, sampai jendela bergetar dan televisi juga. Ini saya saja masih gemetaran sampai sekarang,” katanya.

Sementara itu, Eka Mardiana, warga RT 22 Kelurahan Selumit Pantai, menyampaikan bahwa getaran terasa kuat hingga membuat warga di lingkungannya berhamburan keluar rumah.

“Pas air pasang juga, jadi terasa juga karena air ikut bergerak. Ini sementara warga berkumpul di teras masjid,” tuturnya.

Meski guncangan terasa kuat, hingga Rabu malam belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, meskipun sebagian warga memilih bertahan di luar rumah untuk sementara waktu.

BMKG mengingatkan masyarakat agar memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali ke dalam rumah, guna memastikan tidak ada retakan atau kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan. Warga juga diimbau memastikan jalur evakuasi dalam kondisi aman dan mengetahui titik kumpul terdekat di lingkungannya.

“BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di Tarakan dan sekitarnya. Kami berkomitmen menyampaikan informasi secepat mungkin apabila terjadi gempa susulan,” kata Rasmid.

Untuk memperoleh informasi resmi dan akurat, masyarakat disarankan memantau kanal komunikasi BMKG, seperti laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial terverifikasi @infoBMKG. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar
PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam
DIGELEDAH Dinkes Banjar, Puluhan Dokumen dan Satu Alat Bukti Elektronik Disita
SUPORTER Spanyol Bahagia Timnya Juara Dunia 2026
KERIBUTAN di Teluk Masjid Berakhir Damai Lewat Musyawarah
PEMAIN BARCA Pahlawan Spanyol dan Tangis Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS
PIALA DUNIA 2026: 10 Gol Tercipta, Inggris Juara 3 Tumbangkan Perancis

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:56

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:52

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:29

PENGUMUMAN Hasil Seleksi SPMB SNT 3 Agustus 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:19

SEPAKATI Banggar DPRD Kalsel dan TAPD Pendapatan Daerah 2027 Sebesar 8 Triliun

Berita Terbaru

Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi (kedua dari kanan) dan para komisioner Komisi Kejaksaan RI memantau langsung penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: HO-Komisi Kejaksaan RI)

Hukum

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:05


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri M)

Nasional

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:56

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca