BRASIL Berhasil Ternak Ayam Raksasa!

- Penulis

Senin, 18 September 2023 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Agronomi Rubens Braz berpose dengan ayam jantan Urubu India Raksasa bernama Galalau di Avicultura Gigante, yang membiakkan ayam jantan raksasa untuk produksi daging skala kecil dan keperluan hias, di Formosa, Negara Bagian Goias, Brasil, Jumat (1/9/2023). (REUTERS/Ueslei Marcelino)

Ahli Agronomi Rubens Braz berpose dengan ayam jantan Urubu India Raksasa bernama Galalau di Avicultura Gigante, yang membiakkan ayam jantan raksasa untuk produksi daging skala kecil dan keperluan hias, di Formosa, Negara Bagian Goias, Brasil, Jumat (1/9/2023). (REUTERS/Ueslei Marcelino)

SuarIndonesia — Peternak ayam di Brasil sukses membiakkan ayam raksasa yang mencapai 1,2 meter.

Dikutip CNNIndonesia, seorang ahli Agronomi dan peternak bernama Rubens Braz mengatakan ketika memulai peternakan, dia tak mengetahui akan seberapa besar ayam yang dibiakkannya tumbuh.

Seekor ayam jantan Urubu India raksasa bernama Galalau terlihat di dekat bangku kayu di Avicultura Gigante, yang membiakkan ayam jantan raksasa untuk produksi daging skala kecil dan keperluan hias, di Formosa, Negara Bagian Goias, Brasil, Jumat (1/9/2023). (REUTERS/Ueslei Marcelino)

Sekitar dua puluh tahun kemudian, ayam-ayam jantannya berubah menjadi super besar hingga memicu lonjakan penjualan di seluruh negeri.

Ayam-ayam hasil ternak Braz ini disebut “Giant Indian Roosters”.

“Pada awalnya itu hobi,” kata Braz dalam sebuah wawancara, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/9/2023).

“Kemudian peternak lain tertarik dan hari ini kami memiliki operasi komersial,” lanjut dia.

Rubens Braz memegang anak ayam Urubu India Raksasa di Avicultura Gigante, yang membiakkan ayam jantan raksasa untuk produksi daging skala kecil dan keperluan hias, di Formosa, Negara Bagian Goias, Brasil, Senin (28/8/2023). (REUTERS/Ueslei Marcelino)

Menurut Braz, unggasnya itu bisa menghasilkan 20.000 reais (real Brasil) atau sekitar Rp63 juta per ekor. Harga sebesar itu biasanya ditawarkan oleh beberapa peternak dari total ribuan peternak di negara tersebut.

Perusahaannya, Avicultura Gigante, saat ini pun menjadi eksportir unggas terbesar di dunia dan menjadi rumah bagi pengepakan daging utama termasuk BRF BRFS3.SA dan JBS JBSS3.SA.

Meski begitu, sama seperti bisnis lainnya, penjualan ayam pada umumnya bakal menemui hambatan, seperti misalnya flu burung.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Krisis flu burung global cukup menekan bisnis ayam di Brasil tahun ini lantaran ekspor ayam negara tersebut dibatasi.

Kendati demikian, meski diterpa krisis, Braz mengaku mengantisipasinya dengan mengalihkan fokus ke penyediaan telur yang telah difertilisasi kepada peternak terdekat. Peternakannya sendiri saat ini menampung sekitar 300 ayam.

Meski jumlahnya tidak cukup untuk bermain di industri daging, dia mengatakan ada banyak permintaan dari kolektor dan peternak yang ingin memelihara ternak ayam “caipira” miliknya atau hewan tanpa kandang yang dibesarkan di lahan kecil. Ayam-ayam ini dibiakkan untuk kebutuhan pribadi. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca