BPN Sindir Jokowi Punya Masalah Etis karena Lupa Jasa Hashim

- Penulis

Selasa, 22 Januari 2019 - 13:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Miftah Sabri menyebut Joko Widodo atau karib disapa Jokowi adalah sosok yang memiliki problem etis.

Hal ini terkait dengan debat perdana pilpres yang digelar 17 Januari kemarin saat Jokowi menyentil data Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait Gerindra yang memiliki caleg eks napi koruptor terbanyak.

“Secara etis kalau boleh saya katakan Pak Jokowi punya problem etis saat menyampaikan soal Gerindra, itu secara legal sudah di oke-kan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA),” kata Miftah di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (21/1).

Tak hanya itu, Miftah juga menyebut problem etis itu juga terbukti dengan Jokowi yang seolah kacang lupa kulitnya. Di debat itu Jokowi juga menyinggung soal dia yang tak memberi mahar apa pun kepada Prabowo saat maju di Pilkada DKI 2012 lalu.

Jokowi menyebut dia tak keluar dana sepeser pun untuk biaya kampanye di Pilgub DKI kala itu. Memang benar kata Miftah, Jokowi tak keluar uang dari kantong pribadinya. Tapi mantan walikota Solo itu beberapa kali meminta uang kepada adik Prabowo, Hashim Djodjohadikusumo untuk membiayai dana kampanyenya.

Baca Juga :   PASLON Bupati dan Wakil Bupati Balangan Dipertajam Visi Misi

“Ketika maju di Pilkada DKI dia ngaku enggak keluar uang sedikit pun, dia ngaku tidak ada pemberian mahar, tapi kan disampaikan juga dia itu berkali-berkali datang ke Pak Hashim meminta uang untuk maju calon gubernur,” kata Miftah.

“Pak Jokowi yang datang langsung ke Mid Plaza lebih dari empat sampai lima kali datang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Miftah, soal caleg eks napi ini sebetulnya memang bukan kewenangan Prabowo. Sebab kata dia setelah diperiksa para caleg ini bukan caleg pusat melainkan pencalonan untuk wilayah atau DPRD.

Para caleg eks napi koruptor ini pun diajukan oleh DPD dan DPC masing-masing, bukan oleh Prabowo. Oleh sebab itu kata dia, data yang disampaikan Jokowi saat debat kemarin pun tak benar. Jokowi kata dia telah keliru atas bisikan yang disampaikan oleh timsesnya terkait data tersebut.

“Ya jelas dia salah dengar bisikan, ini kan datanya juga salah, pernyataan Pak Jokowi itu sudah keliru,” kata dia.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
STOK BBM Indonesia Aman karena Punya Sumber Minyak Baru
MENDAGRI TITO Terbitkan SE Atur Ketentuan WFH ASN Pemda
KEBIJAKAN WFH 1 Hari bagi ASN Berlaku Tiap Jumat
PEMERINTAH RI: BBM Subsidi dan Non Subsidi tidak Naik
MENDAGRI TITO: Kebijakan WFH Diumumkan Hari Selasa Ini
KABAIS TNI Mundur, Buntut Kasus Penyiraman Air Keras
MENDAGRI Tito: Skema WFH Diusulkan Dilakukan Sehari dalam Sepekan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca