BERKOMPETISI Secara Sehat, Disarankan Puar Junaidi pada Denny Indrayana

- Penulis

Selasa, 10 November 2020 - 21:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sepak terjang Prof.Denny Indrayana yang selalu mengkritisi lawannya dalam Pilkada Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu  Sahbirin Noor yang tidak lain adalah petahana gubernur provinsi ini, cukup mengusik pengamat politik dan demokrasi H.Puar Junaidi, S.Sos, SH.MH.

Terkait hal itu Puar kembali menyarankan agar Profesor Denny Indrayana berkompetisi secara sehat-sehat dalam Pilkada Provinsi Kalsel ini, daripada selalu melayangkan gugatan yang tidak pada tempatnya.

Kepada wartawan di Banjarmasin, Senin (9/11/2020) Puar Junaidi mengatakan, gugatan-gugatan Prof.Denny Indrayana terhadap petahana ke Bawaslu Kalsel, justru mendatangkan keraguan terhadap kualitas intelektual sang profesor.

“Melihat dari gugatan pertama, sebetulnya bukan ranah sengketa pilkada terkait keterlibatan ASN. Kemudian masuk pada gugatan kedua, dengan slogan ‘bergerak”. Padahal slogan itu merupakan kebiasaan dari petahana untuk memberikan motivasi, semangat, kepada masyarakat dan tidak ada imbauan atau ajakan untuk memilih Sahbirin, artinya memang bukan ranah sengketa pilkada,” tegas mantan ketua DPD AMPI Provinsi Kalsel ini.

Kemudian gugatan ketiga, terkait adanya program pemerintah yang terstruktur, sistematis dan masif, ternyata dianggap menguntungkan petahana. “Padahal siapa pun yang menjadi gubernur , merupakan kewajiban untuk melaksanakan dan menjalankan roda pemerintahan sesuai keinginan dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dan itu, katanya melanjutkan, merupakan kesepakatan yang disetujui dalam RAPBD, melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPPD) bersama tim anggaran legislatif (DPRD). “Kalau ini digugat sebagai salah satu sengketa Pilkada, tentu saja salah kita, karena bukan ranah sengketa Pilkada,” ungkapnya.

“Kalau memang ada penyimpangan, terjadi perbuatan melawan hukum seperti penyalahgunaan anggaran untuk kepentingan pribadi, itu salurannya ke Bareskrim Polri bukan di Bawaslu,” tandas Puar.

“Nah dari kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan seorang Profesor yang menganggap dirinya handal, membuat saya justru meragukan kualitas intelektual sang professor. Apalagi dia sendiri juga mengakui “Hijrah untuk Membangun Banua”, yang menunjukkan dirinya adalah pendatang yang ingin membangun banua,” beber Puar.

Jadi, katanya menambahkan, jangan karena ada kepentingan lalu hijrah, pulang kampung untuk membangun kampung halaman. sebenarnya sudah tidak terpakai lagi, dan sekarang sudah bukan era atau jaman dia lagi.

Baca Juga :   MASJID AL-JIHAD Banjarmasin Jadi Percontohan Nasional 2024

Sebagai contoh, banyak orang-orang Banjar yang punya prestasi dan memangku jabatan di luar daerah, seperti di Jambi, di Kuala Tungkal, Tembilahan, dan lain-lain. Tapi karena masih diperlukan di sana, dia justru mengabdikan diri dan berupaya tunjukkan prestasi dan bukan sebagai jago kandang.

“Dan jangan, sudah tidak dipakai orang lagi di luar, baru ingin balik kampung dan hijrah ke Kalsel,” katanya.

Apalagi, Puar mengaku tidak pernah melihat track record dari seorang Profesor Denny Indrayana. “Sehingga wajar kalau saya sangat meragukan kualitas intelektual dari seorang Denny Indrayana,” tegasnya.

“Akan lebih baik berkompetisilah secara sehat, tunjukkan kemampuan diri dalam merebut simpati dan penggalangan masyarakat, dan bukan untuk mengobok-obok,’ ujarnya.

“Saya terpanggil untuk menanggapi, karena sudah tidak konsisten lagi terhadap harkat, martabat dan marwah daripada demokrasi. Yang namanya demokrasi itu bisa saja beda pendapat dan keinginan, tapi bukan dengan mencari-cari hal-hal yang diluar daripada konteks itu. Carilah sengketa Pilkada yang benar-benar masuk dalam ranah sengketa Pilkada,” tegasnya.

“Dan bukan mengkritisi hal-hal yang sudah dilakukan dan menjadi tugas petahana. Sebab siapa pun yang menjadi gubernur, pasti akan melakukan program dan kegiatan itu. Dan kalau itu salah, maka bisa dituntut Badan Anggaran, yaitu TAPD dan DPRD, jadi jangan salahkan calon lain. Pesan saya sekali lagi untuk Sang Profesor, berkompetisilah secara sehat,” pungkas Puar Junaidi. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek
PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek
RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia
KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka
PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab
DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10

PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terbaru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Jul 2026 - 19:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca