BARU 4 Provinsi yang Cakupan Imunisasinya Lengkap pada 2025

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak kepada anak saat imunisasi campak massal gratis di kawasan Wanasari, Denpasar, Bali, Rabu (8/10/2025). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Foto Ilustrasi - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak kepada anak saat imunisasi campak massal gratis di kawasan Wanasari, Denpasar, Bali, Rabu (8/10/2025). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

SuarIndonesia — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan pada tahun ini baru empat provinsi yang cakupan imunisasinya lengkap, sedangkan sebanyak 13 provinsi selama tiga tahun terakhir tidak mencapai target cakupan minimal yakni 90 persen.

Anggota Satgas Imunisasi IDAI dr Soedjatmiko mengatakan dalam webinar di Jakarta, Kamis (23/10/2025), kurangnya cakupan imunisasi tersebut berujung pada kejadian luar biasa campak dan rubella di 31 provinsi dan 181 kabupaten pada 2025, dengan total lebih dari 2.000 kasus.

“Dan salah satu yang parah adalah di Madura, di Sumenep, di mana sekarang 22 kasus yang meninggal. Waktu bulan Agustus 17, sekarang sudah mencapai 22, mungkin lebih sekarang. Dari 22 anak yang meninggal, sebagian besar adalah balita, 18 orang. Dan dari 22 itu 21 belum imunisasi MR atau campak-rubella,” katanya.

Dia menambahkan, sebanyak 84 kabupaten dan kota telah mencapai target imunisasi bayi lengkap. Padahal, imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit, mulai dari diare karena rotavirus, tuberkulosis (TB), hepatitis B, polio, difteri, pertusis, tetanus, campak rubella, encephalitis, hingga kanker serviks.

dr Soedjatmiko menyebutkan, setiap tahunnya 20-30 persen bayi dan balita Indonesia berisiko sakit berat hingga mengalami kecacatan, bahkan sampai meninggal, karena imunisasinya belum lengkap. Kemudian, hampir satu juta bayi Indonesia belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

“Padahal untuk bisa melindungi semua anak-anak itu minimal cakupan harus 90 persen, kalau bisa 95 persen. Artinya kalau ada 10 anak, sembilan semua imunisasinya lengkap,” kata Soedjatmiko, dilansir dari AntaraNews.

Menurut dia, imunisasi penting guna mencegah kanker serviks yang disebabkan oleh HPV. Begitu fatalnya penyakit tersebut, katanya, hingga tiap satu jam ada perempuan yang meninggal karena kanker itu.

Baca Juga :   ENAM Kementerian Bersatu Lawan Kekerasan Anak

“Penelitian tahun 2025 di China, bahwa virus HPV ditemukan di toilet, toilet jongkok, di wastafel, di pegangan pintu, bahkan di puskesmas di China, di obsgin, di rumah sakit umum,” katanya.

Bahkan, ujarnya, virus itu bertahan selama tujuh jam di tempat-tempat tersebut, sehingga penularannya bukan hanya melalui hubungan seksual saja.

Dia juga memastikan bahwa imunisasi bersifat halal, sesuai fatwa yang diterbitkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Memberikan imunisasi, katanya, merupakan sebuah ikhtiar agar anak tetap sehat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan dr  Prima Yosephine mengatakan bahwa dalam semangat Hari Sumpah Pemuda dan peringatan Hari Kesehatan Nasional, pihaknya melakukan gerakan penting yaitu sepekan mengejar imunisasi.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak semua masyarakat untuk memeriksa kembali status imunisasi anak-anak kita. Manfaatkan kesempatan ini untuk melengkapi imunisasi yang mungkin tertunda ataupun terlewat,” katanya.

Prima menyebutkan bahwa anak-anak adalah harapan dan calon pemimpin yang menentukan arah masa depan bangsa. Dengan tubuh yang sehat, katanya, mereka akan mampu belajar dengan baik, berkreasi, dan meraih cita-cita setinggi langit. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:12

KAPOLDA KALSEL Kumpul Bersama Masyarakat di Kampung Nusantara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:44

DIALOG DAERAH Pembahasan Ranperda Prioritas Tahun 2027

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:39

PERSONEL BERPRESTASI di Momen Hari Sumpah Pemuda ke-98 Diberi Kapolda Kalsel Penghargaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56

RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:37

LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:40

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:13

POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28