SuarIndonesia – Bantuan berupa paket kebutuhan pokok senilai Rp350 juta disalurkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bagi warga terdampak Banjir di Kalsel.
Setiap paket berisi 10 kilogram (kg) beras, 2 kg gula pasir, 2 kotak teh berisi 50 saset, 20 bungkus mi instan, 2 botol kecap, 1 botol saus sambal, 2 kaleng sarden, 24 saset kopi, 1 lembar kain sarung, dan 1 botol hand sanitizer.
Pj. Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, menerangkan bencana alam yang terjadi tidak hanya menghilangkan tempat tinggal, tetapi juga merenggut nyawa masyarakat.
Terkait ini, sebutnya, Pemprov Kalsel telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir pada 14 Januari 2021 lalu saat musibah terjadi.
“Atas nama masyarakat Kalimantan Selatan, kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Kementerian Perdagangan atas bantuan yang diberikan untuk masyarakat terdampak banjir di wilayah kami.
Bantuan yang diterima dari Kementerian Perdagangan akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak banjir,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Sidharta Utama, menerangkan Kemendag Peduli juga memberikan donasi sebesar Rp15 juta bagi pengelola Gudang SRG Mandastana di Kabupaten Barito Kuala.
Itu untuk pengeringan gabah hasil petani yang terkena banjir dan bantuan tenda sebanyak 20 unit untuk Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Shidarta menerangkan, tugas utama Kemendag memastikan produsen, pedagang, dan konsumen mengalami dampak seminimal mungkin dari bencana yang terjadi.
Terutama soal kelangkaan barang atau kenaikan harga bahan pokok yang terhambat jalur distribusinya.
Menurutnya, dari laporan Dinas Perdagangan Kalsel terdapat 17 pasar rakyat saat banjir tidak beroperasi.
Oleh karena itu, Kemendag berusaha untuk dapat memberikan fasilitasi dan dukungan kepada seluruh pihak agar kondisi yang sulit ini dapat dihadapi bersama.
“Aksi Kemendag Peduli merupakan inisiasi dari para pegawai Kementerian Perdagangan dan elemen masyarakat lainnya, seperti pelaku usaha dan asosiasi.
Pemberian bantuan berupa bapok juga merupakan instruksi langsung Menteri Perdagangan.
Hal ini bertujuan agar dapat segera meringankan beban bagi masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah di Indonesia,” kata Sidharta.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















