BANJIR ROB di Musim Kemarau, Warga Minta Bantu Pemko Carikan Solusi

- Penulis

Minggu, 22 Mei 2022 - 23:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Di saat musim kemarau, Kota Banjarmasin saat ini malah kembali terendam banjir rob, alias air pasang tinggi yang mengakibatkan meluapnya Sungai Martapura.

Kondisi itu diperparah dengan posisi Kota Banjarmasin yang saat ini sudah berada di bawah permukaan laut. Alhasil, sebagian besar wilayah Kota Banjarmasin terendam banjir rob.

Anggota BPBD Kota Banjarmasin, Andy Putra mengatakan, dari pantauan pihaknya pada Minggu (22/05/2022), di setiap kecamatan yang ada di Banjarmasin ada wilayah yang terendam.

Mulai Banjarmasin Selatan, Barat, Utara, Timur dan Tengah.

Namun, dari pantauan tersebut salah satu lokasi yang paling terdampak akibat banjir rob kali ini masih ada di wilayah Kelayan, Banjarmasin Selatan.

Salah seorang warga di Kelurahan Kelayan Tengah, Jalan Kelayan B, meminta Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina untuk segera turun ke lokasi terjadinya banjir rob kali ini. Khususnya di wilayah Banjarmasin Tengah.

“Kami mau wali kota turun langsung. Supaya melihat bagaimana kondisi kami saat terendam banjir rob seperti ini,” ucap pria yang enggan namanya dikorankan ini.

Tidak muluk-muluk, ia mengaku hanya meminta solusi agar yang kongkret agar dampak yabg ditimbulkan ketika siklus air rob kembali menerjang Kota Banjarmasin tidak terlalu mengganggu aktivitas warga.

“Minimal jalan tidak terendam, entah mau ditinggikan jalannya atau bagaima terserah,” ujarnya.

Baca Juga :

MATI, Puluhan Satwa di Taman Jahri Saleh Gegara Banjir

Keluhan itu pun juga disampaikan warga kepada Anggota BPBD Kota Banjarmasin yang saat itu melakulan pemantauan lapangan.

“Memang ada keluhan warga, nanti kota sampaikan ke atasan,” ucap Andy.

“Karena mereka merasa di wilayah Kelayan Tengah ini merupakan salah satu kawasan yang paling parah karena kontur jalan di sana rendah,” ujarnya.

Benar saja, berdasarkan pantauan BPBD Banjarmasin, meski di muara Kelayan B sudah turun, wilayah Kelayan Tengah masih saja dalam. Khususnya yang ada di tepi sungai.

Sehingga wajar jika warga meminta solusi kepada Wali Kota Ibnu Sina, supaya kawasan tersebut tidak lagi tenggelam.

Baca Juga :   KALIMANTAN Butuh Perluasan Transportasi untuk Buka Konektivitas

“Memang sekarang belum ada keluhan warga terkait kesehatan. Tapi, banjir rob ini sudah mengganggu aktivitas warga. Karena banyak pengendara motor yang mogok,” pungkasnya.

Selain Kelayan. Andy membeberkan, juga ada beberapa titkk di Kecamatan Banjarmasin Barat yang masuk sebagai wilayah palibg terdampak Banjir Rob.

“Seperti di Jalan Jafri Zamzam, Simpang Anem dam Kuin Cerucuk yang ketinggian airnya. Dengan ketinggian air sekitar 35 Cm atau selutut orang dewasa. Bahkan ada juga yang lebih,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa ketinggian air yang masuk ke permukiman hari ini memang mengalami peningkatan. Selain karena penambahan debit air, tingginya air pasang saat ini sedikit banyaknya juga dipengaruhi curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Tapi itu hanya sedikit saja. Masih besar pengaruh air padang laut,” ujarnya.

Dan jika mengacu pada prediksi BMKG, Andy melanjutkan, siklus air pasang ini akan terus berlanjut sampai puncaknya pada 24 Mei mendatang.

“Tapi setelah itu, mulai tanggal 25 dan seterusnya ketinggian air pasang diperkirakan mulai menurun,” jelasnya.

Lantas, apakah bulan depan Kota Banjarmasin bakal seperti ini lagi.

Terkait hal itu, Andy memprediksi bahwa siklus air pasang yang terjadi di bulan depan tidak separah sekerang.

Itu dikarenakan musim kemarau yang sudah memasuki musim kemarau.

“Bulan depan sudah masuk musim kemarau. Jadi kemungkinan besar diprediksi tidak separah ini,” ungkapnya.

Kendati demikian, kondisi itu juga tergantung dengan curah hujan yang terjadi di bulan Juni nanti.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca